Pemprov Maluku Dorong Transformasi dan Inovasi Produk Turunan Sagu

  • 26 Feb 2026 10:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi Maluku mendorong transformasi pengolahan sagu dari metode tradisional menuju sistem pertanian modern guna meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, mengatakan hilirisasi menjadi kunci dalam pengembangan komoditas sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

“Hampir sebagian besar pengolahan pascapanen masih dilakukan secara tradisional. Kedepan, kita ingin ada transformasi agar menghasilkan tepung sagu berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, sagu tidak hanya diolah menjadi papeda, tetapi telah dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti mie sagu dan beras analog. Khusus di Kota Ambon, sejumlah pelaku UMKM telah memproduksi mie sagu sebagai alternatif pangan lokal.

Selain itu, sejumlah industri di luar daerah juga telah mengembangkan beras sagu atau beras analog berbahan baku sagu. Inovasi ini dinilai relevan untuk Maluku yang masih mengalami defisit kebutuhan beras sekitar 50 hingga 60 persen.

“Penelitian dari Universitas Pattimura turut mendukung potensi sagu sebagai pangan lokal unggulan yang dapat memperkuat ketahanan pangan daerah,” ucap kadis.

Pemerintah berharap pengembangan hilirisasi sagu dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sentra produksi sagu.

Rekomendasi Berita