Sergei Krikalev, Kosmonot Terakhir dari Uni Soviet
- 24 Des 2024 07:32 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Sergei Krikalev, seorang kosmonot berpengalaman dari Uni Soviet, mengalami salah satu misi luar angkasa paling dramatis dalam sejarah manusia. Pada Mei 1991, ia meninggalkan Bumi menuju stasiun luar angkasa MIR untuk menjalani misi yang dijadwalkan berlangsung selama delapan bulan. Bersama Krikalev, ada dua rekan lainnya: Helen Sharman dari Inggris dan Anatoli Artsebarsky, seorang kosmonot Uni Soviet kelahiran Ukraina.
Awalnya, misi berjalan sesuai rencana. Delapan hari setelah tiba di MIR, Sharman dan dua kosmonot lain yang telah lebih dulu bertugas di stasiun tersebut kembali ke Bumi, mendarat di Kazakhstan pada 26 Mei 1991. Hal ini menyisakan Krikalev dan Artsebarsky sebagai satu-satunya penghuni MIR, bertugas menjalankan berbagai eksperimen ilmiah dan aktivitas di luar stasiun (Extra Vehicular Activity).
Namun, di ratusan kilometer di bawah mereka, Uni Soviet sedang berada dalam kekacauan besar. Tanpa diketahui Krikalev dan Artsebarsky, perpecahan politik yang sangat cepat mengubah wajah negara mereka. Uni Soviet mulai runtuh, dan pada Desember 1991, federasi ini resmi bubar, pecah menjadi 15 negara merdeka.
Krikalev, yang berasal dari Leningrad, menghadapi kenyataan mengejutkan bahwa kampung halamannya kini telah berubah nama menjadi St. Petersburg. Lebih ironis lagi, status kewarganegaraannya berubah, membuat paspornya tidak lagi berlaku. Ia tetap berada di luar angkasa, menjadi "warga negara terakhir Uni Soviet"—sebuah gelar yang tak pernah ia bayangkan.
Di MIR, Krikalev dan Artsebarsky terus menjalankan tugas mereka, meski dunia di bawah mereka berubah drastis. Sumber daya untuk mendukung mereka semakin terbatas karena pergolakan ekonomi dan politik di bekas Uni Soviet. Banyak pihak menyebut situasi ini sebagai salah satu misi luar angkasa paling berbahaya secara psikologis.
Setelah lebih dari delapan bulan, Krikalev akhirnya kembali ke Bumi pada Maret 1992. Ia mendarat di Kazakhstan dengan selamat, namun dunia yang ia tinggalkan sangat berbeda dari dunia yang ia temukan. Dari seorang kosmonot kebanggaan Uni Soviet, ia kembali sebagai warga Federasi Rusia yang baru terbentuk.
Kisah Krikalev bukan hanya menggambarkan tantangan luar angkasa, tetapi juga bagaimana sejarah dan politik dapat memberikan dampak mendalam pada misi-misi eksplorasi manusia di luar Bumi. Hingga kini, ia dikenang sebagai salah satu simbol ketahanan dan adaptasi manusia di tengah perubahan ekstrem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....