Puluhan Pelajar Tiga Daerah Bertarung di OMI Aceh Subulussalam
- 06 Okt 2026 20:09 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Kota Subulussalam resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Aceh untuk tiga wilayah sekaligus. Ajang kompetisi sains ini menggabungkan peserta dari Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.
Seluruh rangkaian ujian dan kompetisi dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Subulussalam. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, terhitung sejak 5 hingga 6 Oktober 2026.
Pembukaan acara dilakukan secara daring melalui koneksi zoom meeting oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh Azhari. Pembukaan tersebut diikuti langsung oleh jajaran pejabat daerah dan pembimbing dari ketiga wilayah yang berkumpul di Ruang Media Center.
Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kota Subulussalam Munawar, Kasubbag TU, serta para Kasi dan Penyelenggara. Turut menyaksikan pula para Kepala Madrasah, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Subulussalam, hingga para guru pendamping peserta.
Kompetisi skala provinsi ini diikuti sebanyak 99 pelajar berprestasi yang terbagi rata dari tiga kabupaten/kota. Masing-masing daerah mengutus 33 peserta terbaiknya setelah sebelumnya lolos seleksi ketat di tingkat daerah.
Seluruh peserta di Subulussalam ini bersaing langsung secara serentak dengan ribuan pelajar madrasah lainnya dari seluruh pelosok Provinsi Aceh. Suasana ruang ujian tampak tertib dan dipenuhi konsentrasi tinggi dari para siswa.
Ada tiga bidang studi utama yang diujikan dalam OMI tahun ini, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Persaingan ini terbuka untuk seluruh jenjang sekolah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) sederajat.
Pelaksanaan ujian OMI tingkat provinsi ini diselenggarakan secara berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Sistem ini diterapkan serentak secara nasional untuk menjaga transparansi dan keakuratan penilaian.
Kepala Kantor Kemenag Kota Subulussalam Munawar didampingi Kasi Pendis Mustafa turun langsung memantau jalannya ujian di lokasi. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh perangkat teknis dan sarana pendukung berfungsi tanpa hambatan.
Munawar mengonfirmasi bahwa prosesi ujian berbasis komputer selama dua hari tersebut berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Akses jaringan internet yang stabil menjadi penunjang utama kelancaran para peserta dalam menjawab soal, "Alhamdulillah tidak ada kendala, jaringan internet lancar," kata Munawar.
Ia pun menaruh harapan besar agar perwakilan dari wilayah barat selatan Aceh ini mampu menembus panggung kompetisi tingkat nasional. Nilai-nilai sportivitas dan integritas diharapkan terus dipegang teguh oleh seluruh kontingen.
"Harapannya dari tiga daerah ada yang mewakili. Terkhusus dari tuan rumah Kota Subulussalam," ujarnya.
Ajang OMI 2026 sendiri merupakan format baru yang berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan OMI.
Regulasi baru ini mengintegrasikan dua ajang besar yang sebelumnya terpisah, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), dengan mengusung tema besar "Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....