Air Mulai Naik, Pengendara di Lintasan Sebatang-Selok Singkil Diminta Waspada

  • 04 Okt 2026 14:03 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Air yang menggenangi badan jalan di lintasan Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah menuju Selok Aceh, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan mulai naik akibat tingginya curah hujan, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kondisi ini, menuntut peningkatan kewaspadaan bagi warga dan pengendara yang harus melintasi titik-titik genangan demi menghindari risiko kendaraan mogok.

" Pada hari ini kondisi air di lintasan jalan mitigasi bencana (Tsunami ) sudah mulai naik, diharapkan bagi pengendara agar lebih waspada," sebut salah seorang warga setempat sekaligus pengendara, Rahwana Cendikia, saat melintasi jalan tersebut, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ia menyatakan bahwa arus air terlihat cukup kuat, sehingga memaksa para pengguna jalan untuk memperlambat laju kendaraan.

Disamping Rahwana juga menambahkan selain air banjir yang perlu diwaspadai pada jalan lintasan tersebut, banyaknya kerusakan (lobang) di lintasi perlu diperhatikan demi menghindari risiko kecelakaan.

"Titik jalan yang rusak saat ini sudah tergenangi air, untuk itu perlu kehati - hatian setiap pengendara saat melintas di jalan tersebut,"tambahnya.

Ditempat terpisah hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil, Syam'un, melalui salah satu petugas Dinas Perhubungan, Sukma, Minggu, 4 Oktober 2026.

" Update Jalan Sebatang - Peabumbung - Ujung Bawang Aceh Singkil, jalan masih bisa dilalui, namun bagi pengendara harus Waspada dan berhati - hati,"sebut Sukma, 4 Oktober 2026.

Sebab menurut Sukma, ada beberapa ruas jalan Sebatang - Peabumbung - Ujung Bawang Aceh Singkil, masih ada terdapat berlubang dan berbatu.

Sekedar informasi, ancaman bencana hidrometeorologi membayang - bayangi wilayah Aceh Singkil menjelang akhir tahun. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil langsung bergerak cepat meningkatkan status kesiapsiagaan guna menghadapi lonjakan curah hujan tinggi yang diprediksi mengguyur kawasan ini sejak Oktober hingga Desember 2026.

Hal ini juga berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), badai hujan dengan intensitas sangat tinggi (di atas 500 mm per bulan) akan mengepung 11 kecamatan pada Oktober 2026.

Wilayah terdampak meliputi Danau Paris, Gunung Meriah, Kepulauan Banyak, Kota Baharu, Kuala Baru, Pulau Banyak Barat, Simpang Kanan, Singkil, Singkil Utara, Singkohor, dan Suro Makmur. Sementara pada November dan Desember, curah hujan diperkirakan bertahan di fase tinggi.

Merespons alarm peringatan ini, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon melalui Kepala Prokopim Setdakab Aceh Singkil, Sabran mengatakan pemerintah langsung mengambil tindakan tegas dengan menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk bersiap di garis depan.

"Kami menginstruksikan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, para camat, pemerintah kampung, serta instansi terkait lainnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Pastikan kondisi lingkungan, drainase, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan bencana terus dipantau,” ujar Sabran mewakili Bupati Aceh Singkil Safriadi, Rabu, 30 September 2026.

Kemudian tambahnya, Bupati juga menekankan bahwa perlindungan wilayah tidak bisa bertumpu pada pemerintah saja, melainkan harus menjadi gerakan bersama demi meminimalkan risiko sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....