Penyuluh Agama Bekali Siswa SMP di Subulussalam Soal Nikah Dini
- 21 Sep 2026 15:43 WIB
- Aceh Singkil
RRI.ID.Subulussalam - Puluhan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kecamatan Longkib mendapat pembekalan khusus mengenai bahaya dan dampak jangka panjang dari pernikahan usia dini. Langkah edukatif yang berlangsung di ruang belajar sekolah setempat ini digagas oleh tim Penyuluh Agama Islam Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, guna membentengi mental serta masa depan para remaja, Senin 21 September 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua Penyuluh Agama Islam, yakni Sadit Angkat, dan Tadzkirah, yang bertindak langsung sebagai pemateri di hadapan para siswa. Pelaksanaan acara berjalan lancar berkat koordinasi Wakil Kepala Sekolah, Nur Sakdiah, S.Pd, serta dukungan penuh dari Kepala SMP Negeri 2 Longkib, Erik Permana.
Dalam paparannya, para pemateri membedah secara menyeluruh berbagai risiko yang mengintai jika seseorang nekat menikah di usia yang belum matang.

Fokus bahasan mencakup dampak buruk terhadap kelanjutan pendidikan, potensi gangguan psikologis, rentannya kondisi sosial-ekonomi, hingga kesiapan dalam membina rumah tangga.
"Masa remaja adalah fase emas untuk belajar, menggembleng karakter, dan mengejar cita-cita. Jangan sampai masa depan kalian terputus hanya karena keputusan yang terburu-buru," kata Sadit Angkat di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa pernikahan merupakan ikatan suci yang menuntut kesiapan lahir batin serta tanggung jawab besar, bukan sekadar keputusan emosional sesaat.
"Mengarungi kehidupan rumah tangga butuh kedewasaan berpikir dan kemampuan finansial maupun mental. Tanpa itu semua, risiko konflik keluarga akan sangat tinggi," ujar Tadzkirah menegaskan.
Selain pemaparan materi searah, ruang pertemuan tersebut juga hidup dengan sesi dialog interaktif antara pemateri dan para pelajar.
Para siswa memanfaatkan momen ini untuk bertanya langsung seputar pergaulan sehat remaja, batasan hubungan, hingga tanggung jawab moral dalam menjaga diri.
Guna menjaga arah masa depan para murid, pihak sekolah menyambut baik sosialisasi semacam ini sebagai bagian dari perlindungan siswa dari perilaku berisiko.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran para penyuluh agama. Pembekalan ini menjadi benteng penting agar anak-anak kami fokus menyelesaikan pendidikan mereka lebih dulu," kata Wakil Kepala Sekolah, Nur Sakdiah.
Melalui program edukasi ini, para siswa diharapkan makin bijak dalam merencanakan masa depan dan sadar akan pentingnya menunda usia pernikahan hingga berada di usia matang.
Sinergi antara instansi keagamaan dan lembaga pendidikan di Kecamatan Longkib ini rencananya akan terus dilanjutkan secara berkala demi mencetak generasi muda yang berakhlaq dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....