Wadah Lestarikan Budaya, Festival Mekhilo Subulussalam Season 2 Siap Digelar

  • 10 Sep 2026 12:25 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Semangat pelestarian budaya lokal dan permainan rakyat kembali bergema di Kota Subulussalam. Kegiatan Festival Budaya Mekhilo Tradisional Season 2 dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026 mendatang di Lapangan Sadakata, Kota Subulussalam.

Ajang ini dihadirkan sebagai wadah interaktif bagi masyarakat lintas generasi untuk mengenal, memainkan, serta melestarikan beragam permainan tradisional dan pertunjukan seni daerah. Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap identitas kebudayaan lokal.

Festival ini digagas oleh kolaborasi antara komunitas Lingkaran Bermain dan Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Subulussalam. Langkah kolaboratif tersebut diambil untuk memastikan olahraga tradisional tetap relevan di tengah gempuran modernisasi.

Penyelenggaraan acara mendapat dukungan penuh dari Badan Pelestarian Kebudayaan Aceh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Pemajuan Fasilitas Kebudayaan. Dukungan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan tradisi daerah.

Ketua KORMI Kota Subulussalam sekaligus pemilik Yayasan Rumah Kita (YRK), dr. Risdianti Siragih, menyatakan komitmennya dalam mengawal agenda kebudayaan ini. Ia menilai bahwa ruang-ruang kreasi tradisional sangat krusial untuk membina karakter generasi muda.

"Kegiatan ini penting untuk memberikan ruang gerak yang positif bagi anak-anak dan remaja, sekaligus mengenalkan kembali akar budaya yang mungkin mulai asing bagi mereka," ujar Risdianti, Rabu 9 September 2026.

Dukungan juga mengalir dari Komunitas Wisata Kota Subulussalam (WKS) serta Pegadaian Cabang Kota Subulussalam. Sinergi ini memperkuat iklim kemitraan lintas sektor dalam mendorong pengembangan kegiatan kemasyarakatan dan penguatan ruang kreatif daerah.

Panitia pelaksana telah menyiapkan sembilan cabang perlombaan dan kegiatan utama yang mengombinasikan ketangkasan fisik, seni, serta kreativitas kuliner berbasis bahan lokal. Seluruh rangkaian kompetisi dirancang agar dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.

Adapun rincian perlombaan yang akan dipertandingkan meliputi:

Congklak: Uji strategi dan ketelitian permainan papan tradisional.

Galah Ambek: Permainan ketangkasan dan kerja sama tim dalam menghalau lawan.

Sitengkah/Engklek: Uji keseimbangan dan ketepatan melompati petak.

Pecah Piring: Permainan lempar target tradisional yang melatih fokus.

Bakiak: Lomba bakiak panjang yang mengandalkan kekompakan melangkah.

Tari Kreasi Dampeng: Kompetisi seni tari berbasis tarian adat daerah.

Mewarnai: Ruang ekspresi visual untuk anak-anak.

Lomba Kostum Festival: Unjuk kreativitas busana bertema kebudayaan.

Masak Olahan Mocaf: Inovasi kuliner berbahan dasar tepung singkong modifikasi.

Melalui penyelenggaraan Festival Budaya Mekhilo Tradisional Season 2 ini, pihak penyelenggara berharap permainan rakyat tak sekadar menjadi kenangan masa lalu. Tradisi tersebut diharapkan terus hidup, dimainkan secara aktif, serta diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....