Empat Kepala Kampung di Subulussalam Belajar Tata Kelola Desa di UI

  • 29 Jun 2026 22:03 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Empat Kepala Kampung asal Kota Subulussalam terpilih untuk mengikuti program, Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia (UI). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis peningkatan mutu tata kelola pemerintahan di tingkat desa.

Perwakilan peserta yang juga Keuchik Subulussalam Timur, Wahda, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut pada Senin 29 Juni 2026. Ia menyatakan bahwa keberangkatan mereka merupakan tugas resmi dari pemerintah daerah.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kota Subulussalam menunjuk empat perwakilan Kepala Kampong terbaik untuk dikirim langsung dalam kegiatan akademik tersebut.

Program ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Agenda ini dikemas dalam Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah mendongkrak kapasitas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan para kepala desa. Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan mampu membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Secara legalitas, pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Surat Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nomor: 100.2.4/3373/BPD tertanggal 18 Juni 2026 mengenai penyampaian pelaksanaan kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus.

Pada pelaksanaan Angkatan I, tercatat sebanyak 434 Kepala Desa dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di UI. Mereka mendapatkan kesempatan emas untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola desa.

Empat Kepala Kampong dari Subulussalam yang didelegasikan adalah Wahda, Kepala Kampong Subulussalam Timur, Durasa Limbong, Kepala Kampong Subulussalam Utara, Abdul Haris, Kepala Kampong Rantau Panjang, dan Hakimin, Kepala Kampong Lae Bersih.

Kehadiran keempat delegasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mutu pelayanan masyarakat serta lahirnya berbagai inovasi demi mewujudkan target Desa Berdaya, Indonesia Maju.

Wahda, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kesempatan berharga ini. Menurutnya, program tersebut membuka sekat pembatas bagi para pemimpin di tingkat akar rumput untuk mencicipi pendidikan tinggi.

“Program ini sangat baik karena memberikan kesempatan bagi kepala desa hingga dari daerah pelosok untuk dapat mengikuti pendidikan dan penguatan kapasitas di perguruan tinggi," ujar Wahda.

Ia juga berharap program ini terus berlanjut dan mendapat sokongan finansial dari pemerintah daerah ke depannya. "Kami berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan, termasuk dukungan anggaran bagi kepala desa, agar kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus diikuti demi kemajuan desa,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....