Korban Kecelakaan Mobil Terjun ke Jurang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas

  • 01 Apr 2026 18:13 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Memasuki hari kedua, operasi pencarian terhadap pasangan suami istri (Pasutri) yang hilang di aliran Sungai Lae Kombih terus diintensifkan. Tim gabungan kini memperluas jangkauan penyisiran hingga radius 14 kilometer dari titik awal jatuhnya kendaraan di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTUJ, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Dua korban yang hingga kini belum ditemukan diidentifikasi sebagai Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger. Pasangan ini merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, yang mengalami kecelakaan tunggal saat menempuh perjalanan pulang.

Insiden nahas tersebut terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai korban diduga hilang kendali dan terjun ke jurang terjal sebelum akhirnya tenggelam di derasnya arus sungai perbatasan Sumatera Utara dan Aceh tersebut.

Pemerintah Desa Lae Ikan mengonfirmasi bahwa seluruh kekuatan warga dan pihak terkait telah dikerahkan sejak laporan kehilangan diterima. Sekretaris Desa Lae Ikan, Saiful Berutu, menyebutkan bahwa medan yang ekstrem menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

“Pencarian hari ini diperluas hingga radius kurang lebih 14 kilometer dari titik lokasi kejadian, bahkan sudah mengarah hingga kawasan objek wisata Sikelang, Kecamatan Penanggalan,” ujar Saiful Berutu, Rabu 1 April 2026.

Penyisiran dilakukan secara manual maupun menggunakan peralatan khusus di sepanjang aliran sungai. Arus yang cukup deras serta banyaknya batuan besar di dasar sungai memaksa tim untuk ekstra waspada dalam melakukan pemantauan di titik-titik yang dicurigai.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari personel BPBD, TNI/Polri, hingga bantuan teknis dari Basarnas Sumatera Utara. Keterlibatan tim ahli evakuasi air diharapkan mampu mempercepat penemuan keberadaan korban maupun badan kendaraan.

Pihak keluarga dan masyarakat setempat juga terlihat masih bertahan di sekitar bibir jurang untuk membantu pemantauan. Mereka berharap ada titik terang terkait nasib kedua korban setelah ditemukannya beberapa barang pribadi di lokasi kejadian sebelumnya.

Hingga saat ini, petunjuk yang telah diamankan petugas berupa plat nomor kendaraan, telepon seluler, dan tas milik korban. Barang-barang tersebut ditemukan tersangkut di sekitar vegetasi bibir sungai tak jauh dari lokasi jatuh, namun tanda-tanda fisik korban belum terlihat.

Pihak berwenang memastikan bahwa pencarian akan terus berlangsung hingga batas waktu yang ditentukan oleh prosedur operasi standar Tim SAR. Fokus utama saat ini tetap pada penyisiran aliran sungai ke arah hilir dengan harapan korban dapat segera dievakuasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....