Relawan Pinjam Perahu Basarnas Sumut, Cari Korban Mobil Terjun ke Jurang Lae Kombih
- 03 Apr 2026 11:23 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Upaya pencarian korban kecelakaan di Sungai Lae Kombih kembali mengungkap fakta memprihatinkan terkait minimnya sarana prasarana evakuasi di wilayah tersebut. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah terbatasnya jumlah perahu karet yang memadai untuk menembus arus deras sungai.
Kondisi ini mengakibatkan proses penyisiran menjadi tidak maksimal, padahal insiden kendaraan jatuh ke jurang di lokasi tersebut hampir terjadi setiap tahunnya. Keterbatasan alat membuat tim relawan lokal harus bergantung pada pinjaman peralatan dari pihak luar guna menjalankan misi kemanusiaan ini.
Kepala Desa Sikelang, Ismail Anak Ampun, mengungkapkan bahwa perahu karet yang saat ini digunakan merupakan milik Basarnas Sumut. Pihaknya terpaksa meminta bantuan peralatan karena armada milik desa atau instansi setempat dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai.
Kekurangan peralatan ini sangat disayangkan mengingat medan Sungai Lae Kombih memiliki karakteristik arus yang sangat ekstrem. Tanpa perlengkapan yang mumpuni, keselamatan personel SAR dan relawan juga menjadi taruhan saat harus berhadapan dengan jeram-jeram tajam di sepanjang sungai.
"Ya kemarin pihak Basarnas Sumut sebelum berangkat menanyakan apa yang perlu dibawa, karena memang perahu karet rusak maka kami sampaikan untuk membawa perahu karet," kata Ismail Anak Ampun, Kamis 2 April 2026.
Tragedi terbaru yang menimpa Toyota Kijang Innova nomor polisi BK 1213 SP benerapa hari lalu menjadi peringatan keras bagi pemangku kebijakan. Lokasi jatuhnya kendaraan di kawasan tikungan tajam tersebut dinilai masih minim pengaman jalan dan lampu penerangan.
Kombinasi antara gelap malam, medan jalan yang berbahaya, serta minimnya alat penyelamatan darurat dianggap menjadi faktor utama penyebab jatuhnya banyak korban jiwa di jalur ini. Catatan tahunan menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur pengaman jalan di area tersebut mendesak untuk dilakukan segera.
Minimnya perhatian terhadap ketersediaan alat evakuasi darurat di tingkat lokal membuat penanganan bencana sering kali terlambat. Jika peralatan standar tidak segera dipenuhi, dikhawatirkan efektivitas penyelamatan di masa depan akan terus menghadapi hambatan serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....