Pemkot Subulussalam Minta Siswa Tetap Puasa meski Terima MBG

  • 04 Mar 2026 22:01 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Pemerintah Kota Subulussalam menginstruksikan seluruh pihak sekolah untuk memperkuat edukasi nilai-nilai Ramadhan di tengah berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah edukatif ini diambil agar pembagian paket gizi di jam sekolah tidak menggoyahkan niat siswa dalam menjalankan ibadah puasa. Guru diminta memberikan pemahaman mendalam tentang esensi puasa sebagai bagian dari pendidikan karakter, Rabu 4 Maret 2026.

Wali Kota M. Rasyid menekankan pentingnya peran sekolah dalam membimbing mental para siswa selama bulan suci ini. Instruksi ini tertuang dalam surat resmi nomor 400.14.1/051/2026 yang dikirimkan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Tujuannya adalah menyelaraskan antara kebutuhan fisik siswa akan gizi dan pertumbuhan spiritual mereka.

"Pihak sekolah mengedukasi para siswa agar tetap berpuasa Ramadhan dan tidak terpengaruh terhadap pembagian MBG," ungkap M. Rasyid dalam poin kesepakatan bersama tersebut. Penekanan ini menunjukkan bahwa bantuan fisik tidak boleh mengalahkan proses pembentukan disiplin diri siswa. Sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas ibadah para muridnya.

Dalam pelaksanaannya, guru agama dan wali kelas akan bekerja sama memberikan penjelasan bahwa makanan yang dibagikan dapat disimpan untuk waktu berbuka. Hal ini sekaligus menjadi sarana belajar bagi siswa tentang pengendalian diri di tengah ketersediaan makanan di siang hari. Pola ini diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang tetap religius namun tetap peduli pada aspek kesehatan.

Selain edukasi di dalam kelas, peran orang tua juga ditekankan untuk mendampingi pengambilan makanan di sekolah. Kehadiran orang tua secara fisik berfungsi sebagai pengawas tambahan sekaligus pemberi teladan bagi anak dalam membedakan waktu konsumsi makanan. Kerjasama erat antara sekolah dan rumah menjadi syarat mutlak keberhasilan program gizi ramadhan ini.

Instruksi ini juga merujuk pada Tausyiah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tentang tata cara ibadah puasa di lingkungan institusi. Pemerintah Subulussalam ingin memastikan bahwa program nasional ini tidak berbenturan dengan norma agama dan budaya lokal yang kuat di Aceh. Penyesuaian ini dipandang sebagai bentuk kearifan lokal dalam mengelola program pemerintah pusat.

Diharapkan dengan pola edukasi ini, para siswa di Subulussalam tetap antusias bersekolah dan berpuasa tanpa merasa terbebani. Program Makan Bergizi Gratis pun tetap bisa memberikan manfaat maksimal tanpa mengurangi makna religius dari bulan Ramadhan itu sendiri. Aturan ini akan dipantau ketat pelaksanaannya di seluruh satuan pendidikan selama bulan suci berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....