Amalan yang Dianjurkan di Bulan Ramadan
- 01 Mar 2026 19:53 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum "panen pahala" melalui deretan amalan sunah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Hal ini ditegaskan oleh Ustadz Basyaruddin, S.Sos.I, dari Kantor Urusan Agama (KUA) Singkil, saat Dialog Ramadan RRI SP Aceh Singkil, Minggu 1 Maret 2026.
Dalam keterangannya, Ustadz Basyaruddin menjelaskan empat amalan yang menjadi pilar ibadah di bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih, membaca Al-Qur'an, Sedekah, dan Itikaf.
Mengenai salat malam, Ustadz Basyaruddin mengingatkan, untuk mengembalikan esensi kata "Tarawih" yang secara bahasa berarti istirahat.
| Baca juga: Persit Singkil Berbagi di Bulan Puasa |
"Tarawih itu harus dilakukan dengan tuma'ninah (tenang). Banyak yang bertanya, mana yang lebih utama, rakaat banyak tapi cepat atau rakaat sedikit tapi panjang? Rasulullah mengajarkan kualitas. Jangan sampai mengejar jumlah rakaat tapi melupakan rukun salat," jelasnya.
Selanjutnya, Terkait tadarus, Ustadz Basyaruddin menekankan bahwa Ramadan adalah Syahrul Qur'an. Beliau menyoroti tren membaca Al-Qur'an melalui ponsel.
"Membaca Al-Qur'an lewat HP itu sah dan berpahala, namun tetap ada adabnya. Meskipun tidak wajib berwudu menurut sebagian ulama karena bukan mushaf fisik, namun menjaga kesucian saat berinteraksi dengan kalamullah tentu lebih utama," kata Ustadz Basyaruddin.
Ia juga mendorong umat untuk tidak sekadar mengejar target khatam, melainkan menyisihkan waktu untuk tadabbur atau memahami makna ayat yang dibaca agar terjadi perubahan perilaku pasca Ramadan.
Kemudian Ustadz Basyaruddin menjelaskan bahwa semangat berbagi di bulan Ramadan seharusnya mengalir deras layaknya angin yang berembus tanpa hambatan. Meski demikian, beliau menekankan pentingnya memahami skala prioritas dalam bersedekah.
Memasuki fase akhir Ramadan, Itikaf menjadi amalan yang sangat ditekankan. Ustadz Basyaruddin menjelaskan bahwa Itikaf bukan sekadar pindah tidur ke masjid.
| Baca juga: Jadikan Ramadan Sebagai Momen Reset Hati |
"Itikaf adalah upaya memutus hubungan sejenak dari dunia untuk fokus kepada Khalik. Durasi minimalnya adalah berdiam diri sejenak di masjid dengan niat ibadah," paparnya.
Ustadz Basyaruddin berpesan agar umat Islam tidak mengendurkan ibadah saat mendekati Idulfitri.
"Justru di akhir Ramadan itulah Rasulullah mengencangkan ikat pinggang. Mari kita tutup Ramadan dengan istighfar dan amalan terbaik, karena kita tidak tahu apakah akan bertemu dengan Ramadan tahun depan," pungkas Ustadz Basyaruddin, S.Sos.I.
Keempat amalan ini—Tarawih, Al-Qur’an, Sedekah, dan Itikaf—adalah satu kesatuan yang membentuk karakter Muslim yang paripurna. Ramadan akan segera berlalu, namun jejak kebaikannya harus tetap membekas dalam perilaku sehari-hari. Mari kita jadikan setiap detik di bulan ini sebagai investasi abadi untuk kehidupan setelah mati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....