Hari Bhayangkara ke-80: 664 Ribu Layanan Kesehatan Gratis Disalurkan

  • 24 Jun 2026 13:54 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memperluas jangkauan layanan medis preventif berskala nasional. Langkah kolaboratif ini diarahkan untuk memperkuat sistem deteksi dini penyakit tidak menular sekaligus memberikan proteksi kesehatan khusus bagi kelompok pekerja formal di tanah air.

Sebagai langkah konkret, otoritas terkait meluncurkan program "Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh" dalam agenda Bakti Kesehatan Bhayangkara di Jakarta. Fasilitas ini didesain sebagai instrumen jaminan yang mempermudah para buruh untuk mengakses pemeriksaan kesehatan berkala melalui pemanfaatan jaringan rumah sakit milik Polri yang tersebar di berbagai daerah.

Intervensi layanan preventif ini dinilai krusial di tengah tingginya beban pembiayaan negara akibat kasus penyakit katastropik yang telat dideteksi. Pemerintah pusat mendorong agar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo dapat dioptimalkan secara masif pada tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) jajaran kepolisian.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk secara berkala mengontrol empat indikator biometrik utama, yakni tekanan darah, kadar gula, kolesterol, dan indeks massa tubuh (obesitas). Kelalaian dalam memantau parameter fisik ini dinilai menjadi pemicu utama melonjaknya angka fatalitas akibat stroke, jantung, dan gagal ginjal.

“Penyakit seperti stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas normal, jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin, Selasa 23 Juni 2026

Di sisi lain, perpanjangan tangan layanan medis kepolisian ini dipastikan bergerak simultan di seluruh komando wilayah. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa operasi bakti kesehatan ini setidaknya telah menggerakkan lebih dari 5.300 tenaga kesehatan untuk mengeksekusi ratusan ribu tindakan medis, mulai dari operasi katarak hingga penanganan stunting.

“Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh ini diharapkan dapat mempermudah rekan-rekan buruh untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan Polri di seluruh Indonesia. Total lebih dari 664 ribu layanan kesehatan telah diberikan kepada masyarakat sejak awal Juni," jelas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Langkah afirmatif bagi perlindungan buruh ini mendapat respon positif dari konfederasi serikat pekerja nasional yang menganggap jaminan kesehatan menjadi jaring pengaman vital di tengah dinamika industri saat ini. Sinergi ini diharapkan mampu mengurangi beban finansial domestik buruh, terutama bagi sektor-sektor manufaktur yang rentan terdampak isu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....