Kemenkes-DIT Gandeng Sektor Filantropi Perkuat Gizi Ibu dan Anak
- 26 Mei 2026 14:50 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan dan Danantara Indonesia Trust (DIT) resmi menjalin kolaborasi untuk mempercepat penanganan isu kesehatan serta gizi ibu dan anak di Indonesia. Kemitraan ini menjadi langkah strategis di tengah tantangan global berupa penurunan bantuan luar negeri untuk sektor kesehatan nasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dukungan sektor non-pemerintah sangat krusial dalam memperkuat layanan kesehatan publik. Menurutnya, tantangan kesehatan nasional saat ini terlalu besar jika hanya bertumpu pada anggaran dan program pemerintah.
“Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,” ujar Budi Gunadi Sadikin saat menyaksikan penandatanganan kerja sama di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.
Kerja sama difokuskan pada tiga program prioritas, yaitu penyediaan vaksin heksavalen untuk anak, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) distribusi vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient bagi ibu hamil. Langkah ini dirancang untuk menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mencegah stunting.
Upaya perluasan akses vaksinasi ini menjadi urgensi tersendiri bagi Indonesia. Meskipun cakupan imunisasi dasar lengkap telah menyentuh angka 80,2 persen pada tahun 2025, kesenjangan akses masih menjadi pekerjaan rumah yang besar di berbagai wilayah.
Berdasarkan data WHO dan UNICEF tahun 2026, masih ada hampir 960 ribu anak di Indonesia yang masuk dalam kategori zero-dose atau belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Melalui dukungan penguatan rantai distribusi, pasokan vaksin diharapkan bisa menjangkau anak-anak di daerah terpencil.
Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen untuk mengambil peran dalam kemajuan sosial. Pengelolaan aset negara kini diintegrasikan dengan kontribusi nyata pada penguatan sumber daya manusia.
Rosan menjelaskan, pembentukan DIT sengaja diarahkan untuk menjawab tantangan sosial secara lebih luas. Melalui sektor kesehatan, intervensi akan diarahkan langsung pada kelompok rentan yang mencakup ibu hamil, bayi, dan balita guna mencegah masalah gizi kronis sejak dini.
Pemerintah berharap model pendanaan seperti ini bisa mereplikasi dampak yang lebih luas bagi sistem kesehatan nasional. “Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....