Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah
- 15 Apr 2026 10:44 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil – Pendidikan seringkali diibaratkan sebagai sebuah bangunan, namun sehebat apa pun arsiteknya dan sekuat apa pun material bangunan di sekolah, ia akan rapuh jika fondasinya tidak kokoh sejak dari rumah. Kita sering mendengar istilah bahwa sekolah adalah tempat belajar, namun sejatinya keluarga adalah madrasah atau sekolah yang paling pertama dan utama.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kota Subulussalam, Antoni Berampu, S.Pd., M.Pd, dalam perbincangan khusus bersama RRI Singkil, Rabu 16 April 2026 menegaskan, bahwa pendidikan anak sesungguhnya dimulai dari keluarga, bukan dari sekolah. Antoni yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Subulussalam itu menyampaikan lima hal penting yang wajib dipenuhi orang tua dalam mendidik anak di rumah.
"Pendidikan pertama dan utama itu ada di keluarga. Sekolah hanya melanjutkan. Jika fondasinya di rumah sudah kuat, anak akan lebih siap menghadapi dunia luar," ujar Antoni.
Berikut lima hal yang menurutnya menjadi kunci pendidikan keluarga:
1. Kebutuhan fisik
"Anak harus dipastikan mendapat makanan yang baik, bergizi dan halal. Gizi yang cukup dan sumber yang baik itu mempengaruhi tumbuh kembang dan keberkahan ilmu anak," jelasnya. Ia menambahkan, kebutuhan fisik tidak hanya soal makan, tapi juga pakaian layak dan tempat tinggal yang sehat.
2. Rasa aman
"Rumah harus jadi tempat paling aman bagi anak. Aman dari kekerasan fisik, verbal, maupun tekanan psikis. Kalau anak takut di rumah, dia akan mencari pelarian di luar," tegas Antoni. Menurutnya, rasa aman membuat anak berani belajar dan mencoba hal baru.
3. Kasih sayang
"Kasih sayang itu bukan hanya soal uang. Banyak orang tua merasa cukup dengan memberi materi, padahal anak butuh dihargai, didengar, dan ditemani," katanya. Ia mengingatkan, kehadiran emosional orang tua jauh lebih bermakna daripada sekadar fasilitas.
4. Penghargaan dan pengakuan
"Sekecil apa pun usaha anak, akui dan hargai. Jangan hanya menunggu anak juara baru dipuji. Pengakuan ini yang membangun kepercayaan dirinya," tutur Antoni. Ia mencontohkan, ucapan "Terima kasih sudah bantu ibu" sudah menjadi bentuk penghargaan yang besar bagi anak.
5. Kesempatan berekspresi
"Beri ruang anak untuk mengekspresikan dirinya. Jangan semua harus ikut kemauan orang tua. Biarkan mereka menyalurkan bakat, minat, dan pendapatnya," tutup Antoni. Dengan begitu, anak tumbuh kreatif, mandiri, dan tidak takut menyuarakan kebenaran.
Antoni mengajak seluruh orang tua untuk tidak lepas tangan dalam pendidikan anak. Jangan serahkan anak sepenuhnya ke sekolah lalu menuntut hasil untuk melahirkan generasi masa depan yang cerdas dan berakhlak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....