Hari Kartini, Semangat Emansipasi di Era Modern
- 21 Apr 2026 08:05 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Bangsa Indonesia hari ini, Selasa 21 April 2026, kembali memperingati Hari Kartini sebagai penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.
Jika dulu Kartini berjuang agar perempuan bisa keluar dari “tembok pingitan” dan mengenyam pendidikan, di era modern semangat itu menjelma dalam berbagai peran. Perempuan kini hadir di ruang belajar, dunia kerja profesional, hingga menjadi penggerak utama keluarga.
Meski tantangan berbeda, esensinya tetap sama yaitu keberanian untuk berdaya dan memberi manfaat. Di berbagai daerah, peringatan Hari Kartini diisi dengan upacara, lomba kebaya, seminar kesetaraan, hingga bakti sosial.
Kartini sebagai pengingat bahwa perempuan bisa duduk di bangku sekolah hari ini, karena ada yang berjuang dulu. “Tantangan Kartini modern itu bukan lagi nggak boleh sekolah, tapi gimana caranya kita tetap kritis, nggak takut bersuara, dan berani ambil keputusan untuk masa depan kita sendiri,” sebut Dewi salah seorang mahasiswa.
Jika dulu perempuan sulit dapat posisi strategis dalam dunia pekerjaan, sekarang sudah banyak wanita hebat yang jadi pemimpin. “Intinya gimana kita bisa membuktikan kapasitas, tetap seimbang antara karir dan keluarga. Menurut saya Kartini modern itu nggak harus jadi superwoman, tapi tahu kapan harus speak up dan kapan harus kolaborasi,” sebut Yani seorang pekerja kantoran.
Selain itu Kartini juga mengajarkan bahwa perempuan itu berhak pintar karena ilmu itu bisa pakai untuk mendidik anak dan mengurus keluarga. Sebab menjadi ibu rumah tangga itu juga pilihan mulia.
“Menurut saya mengurus rumah, anak, dan keuangan keluarga itu kerja besar. Jadi Kartini modern versi saya adalah menjadi madrasah pertama buat anak-anak, tapi tetap melek informasi dan berdaya secara ekonomi,” sebut Siti seorang ibu rumah tangga.
Lebih dari sekadar kebaya dan sanggul, Hari Kartini 2026 jadi momentum refleksi bahwa perjuangan belum selesai. Kesetaraan kini bukan soal akses semata, tapi juga soal keberanian, pilihan, dan ruang aman bagi perempuan untuk berkarya di bidang apa pun yang ia pilih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....