Pemkab Aceh Singkil Kendalikan Inflasi dengan Program Pasar Murah
- 13 Mei 2026 14:29 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran. Berbagai langkah konkret dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kabag Perekonomian Pembangunan Setdakab Aceh Singkil, Rully Suhaidi S.KM, saat berdialog dengan RRI Singkil menyampaikan bahwa pengendalian harga dilakukan secara sistematis melalui 6 program utama. “Pemerintah daerah Aceh Singkil bersama tim pengendali inflasi daerah dalam mengendalikan harga pasar di Aceh Singkil melakukan beberapa hal,” ujarnya.
Enam langkah yang dijalankan Pemeintah Aceh Singkil antara lain:
Sidak pasar rutin bersama APH untuk memantau langsung kondisi harga dan ketersediaan barang serta mencegah praktik penimbunan. “Kegiatan ini dilakukan setiap 2 pekan sekali untuk memantau harga pasar dan mengetahui apakah ada prakter penimbunan,” sebut Rully.
Melaksanakan pasar murah dan gerakan pangan murah agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar. “Biasanya kegiatan ini dilaksanakan menjelang hari raya atau ketika harga sedang mengalami kenaikan, sehingga meringankan beban masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok,” katanya.
Mensosialisasikan dan menggalakkan kegiatan menanam dari rumah untuk beberapa jenis komoditas unggulan guna memperkuat ketahanan pangan keluarga. “Meskipun tidak banyak, kami berharap kepada masyarakat untuk mau menanan dihalaman rumahnya, seperti cabe, timun, kangkung dan lainnya agar perekonomiaan mereka terbantu,” harapnya.
Memberikan subsidi ongkos angkut (SOA) dari pemerintah daerah, merupakan kebijakan bantuan dana langsung atau pengurangan biaya transportasi untuk pengiriman barang kebutuhan pokok ke wilayah tertentu terutama perbatasan/terpencil. “Tujuannya untuk menstabilkan harga barang agar terjangkau oleh masyarakat kita,” ungkap Rully.
Melaksanakan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan kontrak berlaku selama dua tahun. “Contohnya kerja sama dengan Aceh Barat Daya untuk suplai beras ke Aceh Singkil, serta kerja sama dengan Subulussalam terkait pasokan ikan air tawar,” timpalnya.
Menyisihkan dana BTT untuk pembelian komoditas unggulan guna menjaga stok dan menstabilkan harga saat terjadi gejolak pasar. “Tentunya dengan catatan untuk kebutuhan mendesak dan ini juga setelah melalui rapat dan konsultasi dengan pihak terkai agar tidak terjadi pelanggaran,” imbuhnya.
Rully menegaskan, seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan inflasi di Aceh Singkil tetap terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang wajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....