Bupati Minta Seluruh Program Aceh Singkil 2027 Dievaluasi

  • 21 Apr 2026 23:03 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Bupati Kabupaten Aceh Singkil, Safriadi Oyon, meminta seluruh jajarannya untuk melakukan evaluasi total terhadap program pembangunan tahun 2027 dan menghentikan kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut menurut menurut Oyon selain untuk mengatasi persoalan terkait keterisolasian wilayah yang selama ini dinilai masih menjadi salah satu penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi dan tingginya biaya logistik, serta terhambatnya distribusi hasil produksi masyarakat.

Juga evaluasi tersebut, diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di daerah yang masih tercatat pada 17,07 persen atau tertinggi di Provinsi Aceh pada tahun 2025 lalu.

" Kami minta semua program harus dievaluasi, yakni setiap rupiah harus berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan peningkatan daya beli masyarakat,"sebut Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Aceh Singkil Tahun 2027 di Aula Bappeda setempat, Selasa, 21 April 2026.

Oyon menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil harus memfokuskan prioritas pembangunan pada tahun 2027 mendatang, terutama pada penguatan infrastruktur dan konektivitas.

Seperti, mendorong sejumlah proyek strategis. Antara lain pembangunan jalan penghubung antar desa, percepatan akses Kuala Baru, Aceh Singkil menuju Trumon, Aceh Selatan.

Kemudian peningkatan ruas jalan Simpang Keras, Suro, Aceh Singkil menuju desa, Sibagindar, Pak-pak Bharat, Sumatera Utara.

“Kalau akses ini tidak kita buka, maka ekonomi tidak akan bergerak. Ini kunci,”tambahnya.

Kemudian melalui Musrenbang itu, Oyon juga meminta SKPK membahas prioritas pembangunan lainnya. Seperti penguatan ekonomi dan daya saing daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan reformasi tata kelola pemerintahan. Serta penguatan ketahanan lingkungan, dan mitigasi perubahan iklim.

Selanjutnya dalam kesempatan pembahasan RKPK Aceh Singkil tahun 2027 tersebut. Oyon menerangkan, Pemerintah Daerah menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan menjadi 15 hingga 16 persen melalui penguatan perlindungan sosial dan pengembangan sektor unggulan, seperti perkebunan, pertanian, dan perikanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....