Wali Kota Subulussalam Minta Administrasi Lahan Plasma Terbuka untuk Anggota
- 17 Apr 2026 16:25 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Pengurus koperasi di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam diminta menjalankan amanah pengelolaan lahan plasma secara jujur dan profesional. Koperasi Desa Singgersing, Namo Buaya, dan Batu Napal kini memegang peran sentral dalam mendistribusikan manfaat investasi dari PT Laot Bangko kepada warga, Jumat 17 April 2026.
Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, memberikan peringatan keras agar pengelolaan administrasi dan keuangan tidak dilakukan secara tertutup. Menurutnya, kegagalan program plasma di banyak tempat seringkali dipicu oleh buruknya transparansi antara pengurus koperasi dan anggotanya.
“Koperasi adalah kunci. Di tangan koperasi, program ini bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat atau justru menjadi sumber kekecewaan. Kelola dengan jujur dan terbuka,” ujar Rasyid Bancin di hadapan pengurus koperasi.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang tidak boleh dikhianati oleh pengurus. Amanah yang diemban bukan hanya soal teknis perkebunan, melainkan soal menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat desa.
Selain koperasi, Rasyid juga meminta perusahaan bersikap transparan mengenai pola bagi hasil dan status lahan. Ia tidak ingin ada ketidakjelasan yang berpotensi memicu konflik di masa depan antara perusahaan, koperasi, maupun masyarakat penerima manfaat.
Untuk memastikan hal tersebut, pemerintah akan terus melakukan pengawasan melekat terhadap jalannya nota kesepahaman yang telah ditandatangani. Segala bentuk penyimpangan dalam pengelolaan diharapkan bisa dideteksi dini sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Rasyid mengajak seluruh anggota koperasi untuk aktif dalam mengawasi kinerja pengurus mereka sendiri. Keterlibatan aktif semua pihak dianggap sebagai syarat mutlak agar program plasma ini tidak berakhir menjadi sekadar formalitas administrasi belaka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....