DP3AKB Komitmen Perluas Sekolah Lansia ke Seluruh Desa Subulussalam
- 06 Agt 2026 15:31 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Program pemberdayaan warga usia lanjut di Kota Subulussalam terus menorehkan capaian positif. Sebanyak 176 peserta Sekolah Lansia Standar I dan II Angkatan ke-2 resmi menjalani prosesi wisuda, Kamis 6 Agustus 2026. Suasana penuh sukacita dan keceriaan terpancar jelas dari para wisudawan dan wisudawati berusia di atas 50 tahun. Mereka merupakan perwakilan dari delapan Sekolah Lansia yang tersebar di lima kecamatan se-Kota Subulussalam.
Di antara ratusan peserta yang diwisuda, semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Lumiati (93), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Longkib, yang tercatat sebagai wisudawati tertua. Sementara itu, gelar wisudawan laki-laki tertua disematkan kepada Prapto (82), warga Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng.
Meskipun telah memasuki usia senja, antusiasme para peserta tidak surut sedikit pun saat menjalani prosesi pemindahan tali toga sebagai tanda kelulusan. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan mereka dalam menyelesaikan program pembelajaran mandiri selama rentang waktu yang ditentukan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Subulussalam, Ira Elviani Cibro, menjelaskan bahwa program yang dimulai sejak 2025 ini memuat proses pembelajaran selama 6 bulan dengan total 12 kali pertemuan.
"Pembelajaran diisi dengan berbagai materi esensial, mulai dari kesehatan, tata boga, hingga kerajinan tangan. Harapan kita, para orang tua kita tetap hidup aktif, sehat, produktif, bahagia, dan bermartabat," ujar Ira Elviani Cibro.
Ia menambahkan, program ini berhasil berjalan lancar berkat dukungan penuh dari jajaran camat hingga pemerintah desa. "Alhamdulillah, seluruh camat dan ke delapan desa sangat tergerak untuk berpartisipasi penuh," lanjutnya.
Ira juga menegaskan bahwa selama pelaksanaan program, pihak DP3AKB bersama Dinas Kesehatan, perangkat desa, serta Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) aktif berkolaborasi tanpa hambatan berarti untuk mengedukasi penerapan pola hidup sehat.
Ke depan, Pemko Subulussalam berkomitmen memperluas jangkauan program ini agar dampak positifnya dirasakan secara merata. Dari yang semula berjalan di 8 desa pada 5 kecamatan, Sekolah Lansia ditargetkan dapat terbentuk di seluruh 82 desa yang ada di Kota Subulussalam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....