Idul Adha 1447 H: Peternak Subulussalam Tawarkan Skema Unik Jaminan Hewan Kurban

  • 17 Mei 2026 15:57 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Strategi unik diterapkan oleh pelaku usaha peternakan di Kota Subulussalam demi membangun kepercayaan pasar menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Para peternak lokal mulai berani memberikan jaminan proteksi penuh berupa garansi retur (pengembalian atau penukaran) komoditas ternak hingga satu hari menjelang hari penyembelihan, Minggu 17 Mei 2026.

Langkah perlindungan konsumen ini salah satunya diadopsi oleh pusat peternakan di kawasan Kampung Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan. Sistem garansi ini sengaja diluncurkan untuk menjawab kekhawatiran klasik para mudhohi (orang yang berkurban) terkait potensi penurunan kondisi fisik atau cacat mendadak pada hewan kurban setelah transaksi dilakukan.

Manajemen risiko yang diterapkan mencakup pengawasan klinis ketat selama masa karantina di kandang. Hewan kurban yang telah dipesan oleh konsumen tidak langsung dilepas, melainkan tetap mendapatkan perawatan intensif, kontrol nutrisi pakan, serta pemantauan sanitasi secara berkala oleh pekerja peternakan tanpa dikenakan biaya tambahan.

Pemilik peternakan di Penanggalan, Rinto Berutu, menjelaskan bahwa skema penukaran ini berlaku mutlak jika ditemukan indikasi klinis yang mengurangi keabsahan hewan kurban menurut syariat Islam. Komitmen ini disiapkan guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah secara sempurna.

"Kami sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin melihat kesehatan ternak secara langsung. Artinya, kami siap mengarit dan merawatnya secara maksimal. Satu hari sebelum hari H, apabila ditemukan ada kecacatan, saya siap untuk hewan tersebut dipulangkan. Kami menjamin kesehatan hingga ternak dipotong," ujar Rinto Berutu.

Langkah proteksi pasca-pembelian ini dinilai menjadi nilai tambah (added value) di tengah ketatnya persaingan bisnis musiman. Dengan menyerahkan urusan pemeliharaan akhir kepada peternak, konsumen dinilai sangat diuntungkan karena tidak perlu menyediakan fasilitas kandang mandiri di area permukiman perkotaan sebelum hari raya tiba.

Untuk mendukung preferensi anggaran konsumen, variasi komoditas yang disediakan sengaja dibuat beragam. Stok yang dipersiapkan mencakup beberapa varietas unggulan seperti Lembu Brahman dan Lembu Bali, di samping tetap menyediakan Sapi Lokal Aceh dengan penetapan harga kompetitif yang dimulai dari angka belasan juta rupiah per ekor.

Pola kemitraan berbasis transparansi kualitas ini diproyeksikan mampu menstimulus perputaran ekonomi sektor agraria di Kecamatan Penanggalan. Pola ini sekaligus menjadi standar baru bagi tata niaga hewan kurban di Bumi Sada Kata yang lebih mengedepankan kepuasan konsumen dan kelayakan klinis di atas keuntungan semata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....