Target 31 Maret: Badan Gizi Nasional Subulussalam Siap Salurkan MBG Lagi

  • 27 Mar 2026 10:07 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Subulussalam dipastikan kembali beroperasi pasca-libur Lebaran 1447 Hijriah. Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah setempat menjadwalkan pendistribusian ulang makanan mulai tanggal 31 Maret mendatang.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kota Subulussalam, Sartika Anggraini, mengonfirmasi bahwa seluruh perangkat pendukung telah disiapkan untuk memulai kembali program penguatan gizi ini. Fokus utama tetap menyasar pada pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak sekolah di wilayah tersebut.

Pada operasional kali ini, terdapat perubahan teknis terkait penyajian makanan. Sartika menjelaskan bahwa tim akan kembali menerapkan format menu basah untuk menjaga kualitas rasa dan kecukupan nutrisi bagi para penerima manfaat.

Penentuan komposisi makanan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap menu yang disajikan harus melewati proses pemilihan dan penyesuaian ketat oleh Kepala Satuan Pelayanan Pembangunan Gizi (SPPG) bersama para ahli gizi yang bertugas di dapur MBG.

Mekanisme distribusi pun telah diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Petugas akan mengantarkan paket makanan langsung ke sekolah-sekolah pada waktu pagi hari sebelum aktivitas rutin dimulai.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap porsi yang sampai ke tangan siswa memiliki standar gizi yang optimal," ujar Sartika Anggraini, Jumat 27 Maret 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 15 titik dapur MBG telah disiapkan untuk melayani kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan. Infrastruktur ini merupakan tulang punggung keberlangsungan program agar distribusi dapat menjangkau lokasi yang lebih luas.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah dapur di Kecamatan Rundeng. Fasilitas tersebut dipastikan mulai beroperasi penuh pada 31 Maret nanti, menyusul selesainya tahap persiapan teknis di lapangan.

Sartika menaruh harapan besar agar keberlanjutan program ini memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi muda di Subulussalam. Ia berharap sinergi antara petugas dapur, ahli gizi, dan pihak sekolah tetap terjaga demi kelancaran distribusi harian.

"Harapan kami, program MBG ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi mampu mengubah pola konsumsi anak-anak kita menjadi lebih sehat, sehingga angka kecukupan gizi di Subulussalam terus meningkat secara signifikan," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....