Menu Makan Bergizi Gratis Subulussalam Penuhi Standar AKG

  • 26 Feb 2026 21:05 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menyalurkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Kota Subulussalam sepanjang bulan suci Ramadan. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang dengan komposisi gizi yang ketat guna menjaga kebugaran fisik siswa selama menjalankan ibadah puasa. Setiap paket yang dibagikan telah melalui proses kurasi untuk memastikan keberagaman menu harian.

Rincian menu yang disediakan mencakup berbagai elemen nutrisi penting, mulai dari protein hewani hingga asupan serat. Berdasarkan data penyaluran, para siswa mendapatkan menu harian yang bervariasi seperti telur rebus, kacang arab, kacang polong, hingga olahan kentang mustofa. Konsistensi penyajian telur rebus di setiap paket menjadi sumber protein utama yang diandalkan untuk mencukupi kebutuhan harian siswa.

Selain lauk pauk, paket MBG ini dilengkapi dengan berbagai jenis roti sebagai sumber karbohidrat, seperti roti pizza, roti kelapa, dan roti gabin. Kelengkapan pangan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan makro nutrisi siswa tetap terpenuhi secara optimal. Dengan adanya variasi sumber karbohidrat, diharapkan siswa tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas meski sedang berpuasa.

Kandungan nutrisi dalam paket ini juga diperkuat dengan sajian buah-buahan segar dan kurma yang dibagikan setiap hari. Berbagai jenis buah seperti jeruk, pir, dan apel diberikan secara bergantian untuk mencukupi kebutuhan vitamin alami siswa. Khusus selama Ramadan, pemberian kurma menjadi pelengkap penting sebagai asupan energi instan saat waktu berbuka tiba.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kota Subulussalam, Sartika Anggraini, menegaskan bahwa seluruh menu telah disusun berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Ia memastikan bahwa standar kualitas makanan tetap terjaga sesuai dengan arahan pusat meskipun distribusinya dilakukan di bulan puasa. Pengawasan ketat dilakukan di setiap satuan pelayanan agar mutu pangan tidak menurun.

“Menu yang disajikan selama puasa tetap sesuai juknis dan arahan. Menu makanan telah sesuai dengan AKG dan kita percayakan saja sama ahli gizi masing-masing SPPG,” ujar Sartika Anggraini memberikan penjelasan terkait standar nutrisi program tersebut. Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai profesionalitas penyusunan menu oleh tenaga ahli.

Kehadiran menu yang beragam dan bergizi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam upaya peningkatan kesehatan anak di wilayah perbatasan. Melalui pengaturan porsi dan jenis pangan yang tepat, pemerintah berupaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing. Masyarakat kini menyambut positif transparansi mengenai rincian nutrisi yang diberikan kepada buah hati mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....