Prajurit TNI di Subulussalam Pantau Harga Sembako Selama Ramadan
- 26 Feb 2026 15:45 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Aparat kewilayahan meningkatkan pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional guna mengantisipasi lonjakan harga selama bulan suci Ramadan. Personel Babinsa Koramil 01/Simpang Kiri turun langsung ke lapangan untuk memastikan alur distribusi pangan tetap berjalan lancar. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian, Kamis 26 Februari 2026.
Pemantauan difokuskan pada sejumlah komoditas utama yang sering mengalami fluktuasi harga, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam. Petugas menyambangi satu per satu lapak pedagang untuk mencatat perkembangan harga terkini sekaligus memastikan ketersediaan stok di gudang-gudang pengecer. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya praktik spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.
Selain memantau angka di label harga, petugas juga menjalin komunikasi dua arah dengan para pedagang pasar. Dialog ini bertujuan untuk memetakan kendala yang dihadapi penjual terkait pasokan barang dari distributor luar daerah. Dengan data yang akurat dari lapangan, potensi kelangkaan barang dapat dideteksi lebih dini sebelum berdampak luas pada daya beli masyarakat.
Interaksi juga dilakukan dengan para pengunjung pasar untuk menyerap keluhan maupun aspirasi mengenai kondisi ekonomi di tengah bulan puasa. Kehadiran personel TNI di pusat perbelanjaan ini disambut baik oleh warga yang berharap harga tetap terjangkau. Pengawasan rutin ini menjadi bagian dari fungsi pembinaan teritorial dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat kecamatan.
Pelda Aldian menjelaskan bahwa pengawasan intensif memang menjadi prioritas selama masa Ramadan karena meningkatnya permintaan pasar. “Pemantauan ini rutin kami lakukan, apalagi di bulan Ramadan kebutuhan masyarakat meningkat. Kami ingin memastikan harga tetap terkendali dan stok sembako aman,” ujar Aldian.
Para pedagang juga diimbau untuk menjaga etika berdagang dengan tidak menaikkan harga secara sepihak dan berlebihan. Kejujuran dalam bertransaksi menjadi kunci utama agar iklim perdagangan di wilayah Simpang Kiri tetap sehat dan kondusif. Di sisi lain, warga diminta untuk tetap bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan agar tidak memicu kepanikan pasar yang tidak perlu.
Melalui pengawasan yang konsisten, diharapkan kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala biaya yang berarti. Sinergi antara aparat, pedagang, dan pembeli diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah hingga menjelang perayaan Idulfitri nanti. Upaya preventif ini dipastikan akan terus berlanjut guna menjamin kelancaran aktivitas ekonomi warga di Kota Subulussalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....