Data Korban Terdampak Banjir Tuai Protes dan Kritik

  • 09 Mar 2026 23:06 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Penetapan data calon penerima bantuan stimulan hibah rehabilitasi dan rekontruksi rumah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Singkil terus mendapatkan aksi protes dan kritik dari masyarakat, karena diduga banyak ditemukan kejanggalan dan kurang tepat sasaran.

Bupati Kabupaten Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon menyatakan pemerintah daerah akan mengecek ulang data penerima bantuan rehab rumah dampak banjir dan jika diperlukan keputusan tersebut akan dianulir atau dibatalkan.

“Data ini akan kita cek ulang, dan saat ini Pemerintah juga sedang berupaya mencari solusi terbaik terkait teknis penyaluran bantuan,” Sebut Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, Senin, 9 Maret 2026.

Sebab menurut Oyon, selain data penerima bantuan yang sebelumnya diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalami pengurangan cukup signifikan setelah proses verifikasi di tingkat pusat.

Juga hal tersebut dilakukan, menyikapi adanya aksi protes yang hampir setiap hari disampaikan warga secara langsung ke Kantor BPBD dan Bupati setempat.

"Dalam hal ini kita akan mengambil sikap, hasil verifikasi penerima bantuan rehab rumah untuk tahap pertama sementara kita anulir atau batalkan dulu,” tambahnya.

Dengan catatan tegas Oyon, Pemerintah daerah akan kembali mendatangkan tim verifikasi dari pusat untuk mendata ulang seluruh korban yang rumah rusak akibat terdampak banjir di Aceh Singkil.

“Pendataan ulang ini akan dilakukan kembali pada seluruh calon penerima bantuan rehab rumah se-Kabupaten Aceh Singkil,”tegas Oyon.

Kemudian Oyon juga menjelaskan, bahwa sebelumnya pemerintah daerah mengajukan sebanyak 3.431 kepala keluarga (KK) sebagai calon penerima bantuan terdampak banjir. Akan tetapi, setelah verifikasi BNPB jumlah tersebut menyusut menjadi 565 kepala keluarga.

“Artinya data yang sudah keluar sebanyak 565 KK itu nantinya kita pastikan akan dianulir atau dibatalkan dulu sambil menunggu petunjuk teknis yang paling tepat,” beber Oyon.

Disamping itu, menyahuti aksi protes warga terdampak banjir terkait data tahap pertama calon penerima bantuan rehabilitasi rumah di Aceh Singkil.

Juga sebelumnya, tegas Oyon pihaknya telah mengundang pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para camat, serta sejumlah kepala desa untuk membahas langkah terbaik agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat.

Dengan harapan, melalui keputusan proses pendataan ulang nantinya bisa melibatkan seluruh pihak, termasuk pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat secara langsung.

Seperti diketahui, aksi protes dari warga korban terdampak banjir terhadap keputusan pemerintah daerah terkait daftar warga yang tercatat sebagai calon penerima bantuan rehabilitasi rumah tersebut.

Selain muncul dari beberapa warga Desa Kecamatan Singkil, dan Singkil Utara. Juga sebelumnya warga daei Kecamatan Gunung Meriah dan Simpang Kanan juga menyampaikan aksi protes secara langsung ke Kantor BPBD dan Kantor Bupati Aceh Singkil.

Mereka datang, selain untuk menanyakan hasil verifikasi data penerima bantuan rehabilitasi rumah dampak banjir di Aceh Singkil yang dinilai tidak merata dan jumlahnya berkurang dari data sebelumnya.

Juga para warga ini, menyesalkan proses pendataan yang dilakukan didugu tidak secara transparan dan valid sesuai fakta dilapangan.

Rekomendasi Berita