Nelayan Tunggu Aksi Tegas Polisi Kepada Penyalahguna BBM

  • 08 Mar 2026 19:44 WIB
  •  Aceh Singkil

L

RRI.CO.ID, Singkil - Nelayan di Kabupaten Aceh Singkil, yang tergabung kedalam Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS) menunggu aksi nyata Kepolisian untuk menindak tegas oknum pelaku penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

Harapan agar terungkapkanya oknum pelaku yang membeli BBM di sejumlah SPBU dalam jumlah besar atau banyak untuk dijual atau ditimbun, hingga menyebabkan ketersediaan minyak pada SPBU cepat habis dan menimbulkan antrian panjang, disampaikan oleh Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS), Minggu, 8 Maret 2026.

" Kami mendukung dan menunggu pernyataan pihak Kepolisian di Aceh Singkil untuk mengambil langkah hukum secara tegas bagi oknum yang berani bermain menimbun BBM,"ungkap Rahmi Yasir.

Sebab menurut Rahmi Yasir, selain hasil amatan dilapangan bahwa ketersediaan stok BBM tercukupi berdasarkan distribusi dari Pertmina ke setiap SPBU yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.

Juga sebelumnya Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Aceh Singkil, tegas Rahmi Yasir sebelumnya menyatakan stok BBM ini aman. Namun fakta dilapangan warga (nelaya) sulit mendapatkan BBM subsidi tersebut.

" Kelangkaan ini tidak mungkin terjadi kalau tidak ada oknum yang bermain menimbun BBM khusus jenis solar pertalit, untuk itu kami meminta kepada pihak Kepolisia harus tegas dalam menegakkan sanksi hukum bagi para oknum yang menimbun BBM,"tambahnya.

Sebab terang Rahmi Yasir, ada ratusan dan bahkan ribuan warga Aceh Singkil (nelayan) sangat menaruh harapan besar ketersediaan BBM jenis solar untuk melaut.

Lain lagi tegas Rahmi Yasir, dengan adanya pihak- pihak tertentu yang berani bermain menimbun BBM subsidi tersebut, juga sangat merugikan masyarakat (nelayan).

Bahkan ia menilai apabila situasi ini seperti ini terus berlanjut dan dibiarkan, sangat berpengaruh pada penghasilan nelayan karena terancam tidak bisa melaut. Sehingga kondisi ekonomi nelayan saat ini sudah susah jangan lagi diperparah karena sulitnya mendapatkan BBM.

Hasil amatan pada 2 SPBU di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, setiap pasokan BBM tiba paling lama bertahan tersedia sekitar 4-6 jam.

Hal ini disebabkan, selain karena mungkin permintaan atau pengisian terlihat meningkat bila dibandingkan dengan hari biasanya. Juga, bisa karena adanya dugaan prilaku penimbangan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Rekomendasi Berita