Kementerian PUPR Sepakat Geser Target Selesai Sekolah Rakyat Subulussalam

  • 30 Jul 2026 13:18 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.Id, Subulussalam - Jadwal kepindahan dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa Sekolah Rakyat Kota Subulussalam resmi mengalami penyesuaian. Penundaan ini terjadi menyusul adanya keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan gedung permanen akibat kendala distribusi material, faktor cuaca ekstrem, hingga dinamika administrasi kontrak pengerjaan, Kamis 30 Juli 2026.

Wali Kota Subulussalam, H. M. Rasyid Bancin, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan material penting, seperti paku beton dan peralatan berat, harus didatangkan dari Sumatra Utara hingga Pulau Jawa. Panjangnya jalur logistik serta tingginya curah hujan di wilayah Subulussalam menjadi tantangan utama yang memperlambat kemajuan fisik di lapangan.

Selain tantangan geografis dan cuaca, Rasyid Bancin juga menjelaskan kendala administrasi pada awal proyek. Kontraktor pelaksana, PT Waskita, sebelumnya menangani paket pengerjaan di tiga wilayah sekaligus, yakni Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil. Proses awal sempat tertahan karena menunggu kesiapan proyek di Aceh Singkil sebelum akhirnya diputuskan untuk berjalan secara mandiri di Subulussalam.

Guna mengantisipasi keterlambatan tersebut tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik, pihak kontraktor mengajukan skema pensterilan area pengerjaan. Melalui metode ini, zona konstruksi aktif yang masih dalam pengerjaan akan disekat dan dipisahkan secara ketat dari area gedung yang telah selesai dipastikan aman serta fungsional.

Perwakilan Kementerian PUPR/DJPS, Nofal, menyatakan bahwa meski target percepatan awal dirancang selesai pada akhir Juli, penyesuaian tenggat waktu terpaksa diambil demi menjaga keamanan. Pihak kementerian bersama pemerintah daerah sepakat menggeser target penyelesaian dan kesiapan fasilitas pendukung secara bertahap.

Menanggapi skema pensterilan tersebut, Pemerintah Kota Subulussalam menegaskan keselamatan dan kenyamanan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Dengan adanya pembatasan fisik antara area belajar dan lokasi alat berat, aktivitas belajar-mengajar nantinya diharapkan dapat berlangsung tanpa membahayakan para siswa.

Berdasarkan kesepakatan akhir, MPLS bagi siswa baru Sekolah Rakyat Kota Subulussalam dijadwalkan ulang pada 31 Agustus mendatang. Sementara itu, kepastian jadwal masuk bagi siswa lama (existing) beserta petunjuk teknis penggunaan area gedung akan diputuskan dalam rapat koordinasi lanjutan pada 2 Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....