Tekan Inflasi Daerah, Polres Subulussalam Masifkan Pendampingan Petani Jagung
- 17 Mei 2026 15:41 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggenjot produktivitas sektor pangan daerah lewat panen komoditas jagung secara berkala. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam pemenuhan target panen raya jagung nasional kuartal II yang dipusatkan di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Aktivitas pertanian ini merupakan bagian dari gerakan simultan yang dipantau langsung secara daring oleh Markas Besar Polri bersama jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia. Fokus utama dari program ini adalah memastikan stabilitas pasokan komoditas strategis guna menekan potensi inflasi di sektor pangan.
Secara nasional, total hasil panen jagung bentukan program kemitraan ini tercatat mencapai 1,23 juta ton. Menariknya, program ketahanan pangan periode ini tidak hanya berhenti pada aktivitas hulu berupa panen komoditas, melainkan telah merambah ke sektor hilirisasi dengan menggandeng pelaku UMKM lokal untuk mengolah limbah tongkol jagung menjadi produk energi terbarukan berupa briket.
Di tingkat lokal, Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf menegaskan bahwa keterlibatan personel kepolisian berfokus pada pendampingan rantai pasok agraria secara menyeluruh. Pengawasan dilakukan mulai dari distribusi pupuk, proses perawatan tanaman, hingga memastikan jalur distribusi hasil panen terbebas dari praktik tengkulak yang merugikan petani.
"Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi," kata AKBP Muhammad Yusuf, Sabtu 17 Mei 2026.
Keterlibatan aktif lintas instansi dalam penyerapan hasil tani ini dinilai krusial untuk menstimulus gairah tanam masyarakat di pedesaan. Pasalnya, kepastian pasar dan kestabilan harga jual pascapanen seringkali menjadi kendala utama yang dihadapi oleh para petani jagung di wilayah Bumi Sada Kata.
Agenda pemantauan produktivitas lahan ini turut dikawal oleh Wakil Walikota Subulussalam Nasir, jajaran pejabat utama Polres, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kodim 0118/Subulussalam, serta Kepala Dinas Pangan dan Dinas Pertanian setempat untuk menyelaraskan akurasi data produksi wilayah.
Melalui integrasi antara sektor pertanian komersial dan pemanfaatan limbah berbasis UMKM ini, proyeksi ketahanan pangan di Subulussalam diharapkan tidak lagi bertumpu pada skema konvensional. Pengolahan hasil sampingan pertanian diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru serta menaikkan pendapatan perkapita petani lokal secara signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....