Petani di Subulussalam Gandeng Babinsa Basmi Hama Padi

  • 02 Mei 2026 13:40 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam – Para petani di Desa Penanggalan kini tengah berjibaku menghadapi ancaman hama yang kerap menyerang tanaman padi pada masa vegetatif. Guna memastikan pertumbuhan padi tetap optimal, Kelompok Tani (Poktan) Nilam Sada Ari melakukan penyemprotan massal secara intensif. Langkah antisipasi ini menjadi krusial mengingat serangan penyakit tanaman seringkali menjadi penghambat utama dalam mencapai target panen yang maksimal di wilayah tersebut, Sabtu 2 Mei 2026.

Kegiatan di lapangan kali ini terasa berbeda dengan adanya pendampingan langsung dari Babinsa Posramil Penanggalan, Sertu Rodian Sinaga. Kehadiran aparat teritorial ini bertujuan untuk membantu petani baru dan anggota poktan dalam teknis perawatan tanaman. Dengan adanya pendampingan ini, para petani tidak hanya mendapatkan tenaga tambahan, tetapi juga dorongan moral untuk lebih jeli memantau kesehatan tanaman dari serangan wereng maupun jenis serangga lainnya.

Fokus pendampingan kali ini menyasar pada efektivitas penyemprotan dan penggunaan dosis yang tepat. Bagi petani, terutama mereka yang baru mengelola lahan, kehadiran pendamping di lapangan sangat membantu dalam mengidentifikasi gejala awal serangan penyakit yang sering tidak kasat mata. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir risiko gagal panen yang kerap membayangi saat cuaca tidak menentu.

Sertu Rodian Sinaga menekankan bahwa keterlibatan TNI di lahan pertanian bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk memastikan rantai produksi pangan di tingkat desa tetap terjaga. Ia ikut masuk ke area persawahan guna memastikan setiap petak lahan mendapatkan perawatan yang merata. Melalui komunikasi lapangan, Babinsa juga menyerap keluhan petani terkait ketersediaan pupuk dan kendala irigasi yang ada.

“Kami fokus mendampingi petani agar mereka lebih semangat dan tidak merasa sendirian saat menghadapi kendala di lapangan, seperti serangan hama ini. Jika tanaman sehat, hasil panen melimpah, maka ekonomi warga di Desa Penanggalan ini juga otomatis akan menguat,” ungkap Sertu Rodian Sinaga.

Di sisi lain, para anggota Poktan Nilam Sada Ari merasa terbantu dengan pola pendampingan yang komunikatif tersebut. Mereka menilai kehadiran sosok pendamping membuat kerja di sawah menjadi lebih terorganisir. Selain teknis penyemprotan, dialog di pematang sawah ini juga menjadi sarana pertukaran informasi mengenai pola tanam yang lebih efisien bagi para petani setempat.

Upaya kolaboratif ini diharapkan terus berlanjut hingga masa panen tiba. Dengan pengawasan yang konsisten dan pemeliharaan yang tepat, produktivitas gabah di Kecamatan Penanggalan diproyeksikan akan meningkat dibandingkan musim sebelumnya. Keberhasilan ini nantinya akan menjadi standar baru bagi kelompok tani lainnya dalam mengelola lahan secara mandiri namun tetap terkoneksi dengan pendamping kewilayahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....