Ulama di Singkil Meminta Penyaluran MBG Disesuaikan
- 20 Feb 2026 15:36 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Singkil, H. Rosman Hasmy mempertegas kembali tausyiah MPU Provinsi Aceh terkait permintaan kepada warung kopi dan rumah makan, serta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam program makan bergizi gratis (MBG) dihentikan sementara pada siang hari selama Ramadan 1447 Hijriah.
"Diharapkan kepada Pemerintahan melalui SPPG agar tidak ada aktivitas MBG disiang hari selama Ramadan," kata Ketua MPU Aceh Singkil, H. Rosman Hasmy, Jum'at, 20 Februari 2026.
Meskipun terang H. Rosman Hasmy, tidak seluruh penerima manfaat (pelajar) program makan bergizi gratis (MBG) tersebut dipastikan berpuasa.
Akan tetapi, pemberhentian operasional sementara satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam program makan bergizi gratis (MBG) pada siang hari sangat penting untuk menghormati bulan Ramadan dan warga lainya yang sedang menjalankan ibadah puasa.
"Jikalaupun harus dilaksanakan, juknis atau metode program MBG itu dapat digeser waktunya dan jenis makanan yang disajikan diganti," tambahnya.
Terpisah menyikapi permintaan ulama di Kabupaten Aceh Singkil terkait dengan program MBG ini selama Ramadan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Aceh Singkil. arvika menjelaskan untuk juknis pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah, berpedoman dan merujuk pada Surat Edaran Gubernur Aceh, yakni penyaluran MBG yang semula pada siang hari dialihkan menjadi sore hari menjelang berbuka puasa.
"Selama Ramadan metode penyaluran akan dilakukan pada sore hari menjelang berbuka puasa," sebut Sarvika.
Bahkan tambahnya, menu makanan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan akan diganti dari makanan siap saji menjadi menu makanan kering. Seperti roti dan telur rebus, serta menu lain yang mengurangi nilai gizi dari menu makanan seperti biasa.