Meninggalnya Nurul, Sumatera Flight Bantah Dugaan Penganiayaan

  • 31 Okt 2024 11:57 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Pihak Sumatera Flight, membantah siswinya bernama Ade Nurul Fadilah (19) yang merupakan calon pramugari meninggal tidak wajar karena diduga dianiaya. Pihak sekolah membawa almarhuma ke klinik terdekat dari asrama Sumatera Flight pada 1 November 2024. Kemudian, dirujuk ke RS USU untuk penanganan medis.

Kuasa Hukum Sumatera Flight Hendra Manatar Sihaloho, mengatakan pihaknya siap memberikan keterangan secara transparan atas kasus ini kepada pihak kepolisian. Hendra menjelaskan, Ade Nurul sudah sakit kepala dan mengalami histeris karena tidak tahan dengan penyakitnya.

"Sebelum dia meninggal, dia memang sakit kepala luar biasa sampai teriak-teriak. Tiba-tiba pingsan, teman korban memanggil pengasuh lah. Di bawah ke klinik sembrang sekolah tersebut. Langsung dibawa ke rumah sakit USU," kata Hendra kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dari keterangan rekan-rekan Ade Nurul, almarhuma sudah mengonsumsi obat sakit kepala hingga 5 butir. Sehingga dirinya membantah dugaan penganiayaan tersebut bukan menjadi penyebab kematian calon pramugari. "Kalau keterangan teman-teman almarhuma sering mengalami dan mengeluhkan sakit kepala. Dia mengkonsumsi obat sampai 5 butir obat sakit kepala," kata Hendra.

Hendra mendorong Polda Sumut untuk melakukan proses hukum kematian Ade Nurul, dengan melakukan ekshumasi dan otopsi jasadnya. Sehingga terbuka tabir dan fakta sebenarnya penyebab kematian calon pramugari tersebut.

"Dugaan penganiayaan, tidak ada. Kami terkejut, kok diplinter gini beritanya. Kami mendesak Polda Sumut memberikan kepastian hukum. Jangan sampai menimbulkan fitnah-fitnah begitu," kata Hendra.

Hendra mengungkapkan berdasarkan informasi pihak Sumatera Flight, selama menuntut ilmu, tidak ada musuh dan dia sangat akrab sesama rekan-rekannya. "Almarhuma itu tidak ada musuhnya. Orangnya baik dan kompak sesama temannya,” kata Hendra.

Hendra mengatakan pihak Sumatera Flight belum ada dimintai keterangan penyidik Polda Sumut. Namun, hanya dimintai keterangan sementara oleh Polsek Medan Baru. "Kita rencana mau mendatangi Polda Sumut, untuk dipercepat lah. Biar gak ada fitnah-fitnah lagi. Ada seliwiran ada dibilang dianiaya lah. Kita minta segera lah Polda Sumut menuntaskan perkara ini," kata Hendra.

Hendra mengatakan bila hasil ekshumasi dan otopsi tidak ditemukan dugaan penganiayaan atas penyebab kematian dari Ade Nurul. Pihaknya, akan melakukan upaya hukum kepada keluarga siswi tersebut. "Maaf ya, kalau almarhuma bila tidak terbukti dianiaya dan ternyata sakit. Kita akan melakukan upaya hukum. Banyak beredar stetmen yang tidak benar. Bilang tidak ada sakit, setahu kita ada sakit," ujar Hendra.

Hendra mengungkapkan pihak Sumatera Flight ikut mengantar jasad Ade Nurul dari RS USU hingga ke kampung halamannya, di Jalan Mandiri Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

"Pihak sekolah, sampai mengantar almarhuma ke pemakaman di kampung halamannya, di Kisaran Kabupaten Asahan. Dan almarhuma bercerita, ada riwayat sakit kepalanya," ujar Hendra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....