Produsen: Hampir Semua Daerah Terdapat Benih Jagung Palsu
- 24 Nov 2022 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Syngenta, salah satu produsen benih di Indonesia menerima 39 aduan terkait kasus pemalsuan benih jagung selama setahun terakhir. Aduan itu datang dari Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan daerah lainnya.
"Jadi hampir seluruh daerah eksis jagung besar itu sudah ada laporan pemalsuan. Ini yang baru lapor, bagaimana yang tidak terlaporkan, pasti lebih banyak lagi," ucap Brand and Digital Marketing Manager Syngenta Imam Sujono dalam diskusi bertajuk "Benih Palsu, Apa Yang Harus Dilakukan" di Jakarta, Rabu (23/11/2022).
Baca juga: Kementan Kumpulkan Marketplace Cegah Beredarnya Benih Palsu
Imam mengatakan, dari laporan tersebut pihaknya banyak menemukan penjualan benih palsu terjadi di platform online online. Modusnya dengan memajang foto produk benih asli, sedangkan produk yang dikirim ke pembeli palsu.
Hingga saat ini, pihaknya telah memusnahkan 450 ton benih palsu dari laporan yang diterima. "Itu cukup banyak jumlahnya," ujarnya.
Imam menyebutkan, praktik pemalsuan benih sangat merugikan. Sebab, petani hanya dapat menghasil 2 ton jagung dari produktifitas yang semestinya 7 sampai 8 ton per hektar.
Akibatnya, petani tidak mampu membiayai kehidupan sehari-harinya, termasuk membiayai musim tanam, sampai akhirnya berhutang. Menurutnya, benih jagung palsu dapat mengancam target swamsembada jagung yang sedang dikejar Indonesia pada 2023 mendantang.
Untuk itu mengajak semua pihak untuk melawan para pelaku pemalsu benih. "Harapannya, mari kita bersama-bersama melawan pemalsu benih," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....