Kementan Kumpulkan Marketplace Cegah Beredarnya Benih Palsu

  • 23 Nov 2022 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut telah memanggil berbagai marketplace yang menjual benih tanaman pangan secara online. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pencegahan peredaran benih tanaman pangan palsu di pasar online.

"Termasuk peredaran benih di pasar online. Waktu lalu Direktorat Perbenihan sudah ngundang seluruh marketplace, Tokopedia, dan lainnya," kata Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementan, Suwandi dalam diskusi bertajuk "Benih Palsu, Apa Yang Harus Dilakukan", di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Suwandi mengatakan, Kementan menekankan, adanya berbagai aturan yang wajib dipenuhi ketika sebuah marketplace memasarkan benih tanaman pangan. Seperti benih wajib sudah dilepas, artinya telah melalui berbagai sertifikasi resmi yang ada.

Kemudian memiliki label jelas atau bahkan dalam keadaan tertentu penjual diwajibkan memiliki barcode tersendiri pada setiap bungkus benih. Dengan cara itu kata Suwandi akan memudahkan petani dalam melacak asal-usul benih tersebut.

"Itu semua yang pasar-pasar online dijelaskan, pemasaran benih beda dengan pemasaran produk kita pakai atau kita konsumsi. Beda dengan benih itu ada rambu-rambunya," ujar dia.

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah memusnahkan sebanyak 4,5 ton benih jagung hibrida palsu bermerek Sygenta pada Oktober 2022 lalu. Ribuan benih palsu ini dimusnahkan agar benih tidak beredar di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....