Layanan Pemeriksaan TBC Tersedia di Seluruh Puskesmas Sulawesi Selatan
- 20 Jan 2026 08:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar: Pemerintah memastikan bahwa layanan pemeriksaan TBC kini telah merata dan dapat diakses di seluruh Puskesmas di wilayah Sulawesi Selatan. Layanan pemeriksaan TBC, baik itu pemeriksaan dahak melalui mikroskopis maupun dengan Tes Cepat Molekuler atau TCM sudah tersedia di seluruh Puskesmas yang ada di Sulawesi Selata.
Masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat langsung memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan Semua pengobatan gratis mulai dari pemeriksaan sampai pengobatan jika memang terdiagnosis TBC. Demikian disampaikan Muh.Yusri Yunus selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sul-sel, saat berbinang bersama RRI Lewat talkshow Indonesia sehat, Jumat, 16 Januari 2026.
“Jadi untuk layanan pemeriksaan TBC ini, baik itu pemeriksaan dahak melalui mikroskopis maupun dengan Tes Cepat Molekuler atau TCM, itu sudah tersedia di seluruh Puskesmas yang ada di Sulawesi Selatan, Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, silakan datang ke Puskesmas terdekat dan Semuanya gratis, tidak dipungut biaya mulai dari pemeriksaan sampai pengobatan jika memang terdiagnosis TBC,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sul-sel kepada RRI.
Yusri Yunus mengatakan Dinas Kesehatan kini memperketat kriteria deteksi dini. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri jika mengalami batuk selama 3 hari berturut-turut, tidak lagi menunggu hingga satu minggu. Gejala penunjang lainnya yang perlu diwaspadai meliputi lelah terus-menerus, gangguan tidur, nafsu makan menurun, sering berkeringat di malam hari, serta berat badan turun drastis.
“Sebenarnya tidak ada syarat yang rumit. Yang paling utama adalah kesadaran diri jika merasa ada gejala seperti yang sudah saya sebutkan tadi, terutama batuk yang sudah lebih dari 3 hari dan Masyarakat cukup membawa identitas diri seperti KTP ke Puskesmas, Nanti di sana akan diarahkan oleh petugas kesehatan untuk melakukan skrining awal dan Jika memang masuk dalam kriteria terduga TBC, maka akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium,” kata Yusri kepada RRI.
Lebih lanjut dikatakan, Selain menunggu laporan di Puskesmas, petugas kesehatan juga melakukan skrining aktif melalui pelacakan terhadap keluarga atau kontak erat pasien yang sudah terdiagnosis. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari capaian tahun 2025, di mana Sulsel berhasil menjaring 64% dari target 45.762 kasus yang harus ditemukan.
“Kami juga melakukan skrining aktif, artinya petugas kami yang turun ke lapangan untuk melakukan pelacakan kasus atau tracing kepada keluarga atau kontak erat dari pasien yang sudah terdiagnosis dan Ini penting untuk memutus rantai penularan di masyarakat,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sul-sel kepada RRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....