Mengenal Masangin: Mitos dan Sejarah Beringin Kembar Alun-Alun Kidul
- 06 Okt 2026 15:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Salah satu mitos yang selalu membuat penasaran wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta adalah tradisi Masangin di pohon beringin kembar Alun-Alun Kidul.
Keraton Yogyakarta diapit oleh dua alun-alun, yaitu Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul. Kedua tempat ini sama-sama memiliki sepasang beringin kembar yang berdiri sakral di bagian tengah pelataran.
Alun-Alun Kidul berlokasi tidak jauh dari kompleks Keraton Yogyakarta. Jika berjalan ke arah selatan, pengunjung akan melewati Plengkung Gading yang merupakan gerbang utama menuju area alun-alun.
Kawasan ini paling ramai dikunjungi pada malam hari. Baik wisatawan maupun warga lokal memadati setiap sudut alun-alun untuk bersantai, berbincang bersama kerabat, serta menikmati aneka jajanan lokal.
Daya tarik utama yang mendatangkan banyak pengunjung adalah tradisi Masangin. Mitos menyebutkan bahwa siapa saja yang berhasil berjalan lurus di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup, maka hajatnya akan terkabul.
Meskipun terlihat mudah, banyak pengunjung yang gagal melintasinya secara lurus. Kegagalan tersebut sering kali membuat mereka penasaran untuk mencoba berulang kali.
Laman resmi Dinas Pariwisata DIY menyebutkan bahwa tradisi Masangin sudah ada sejak zaman Kesultanan Yogyakarta. Tradisi ini berawal dari ritual topo bisu yang digelar setiap malam 1 Suro, ketika para prajurit dan abdi dalem berbaris rapi mengelilingi benteng tanpa mengucap sepatah kata pun.
Mengenakan pakaian adat Jawa lengkap, para prajurit dan abdi dalem mengawali ritual dari halaman Keraton menuju pelataran alun-alun melewati kedua beringin kembar. Ritual tersebut dilakukan untuk memohon berkah serta perlindungan dari serangan musuh, yang kemudian berkembang menjadi mitos Masangin hingga saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....