Wisata Dermaga Cinta Bakal Dihidupkan Kembali, Kebersihan Sungai Jadi Perhatian
- 30 Jul 2026 08:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong pengaktifan kembali Dermaga Cinta di Sungai Gajahwong sebagai destinasi wisata susur sungai. Namun, rencana tersebut perlu diawali dengan pembenahan kualitas lingkungan sungai, terutama persoalan sampah, limbah, dan tingginya kandungan Escherichia coli (E. coli).
Hal itu disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat mengunjungi Dermaga Cinta dalam kegiatan Lomba Mancing Ikan Invasif dan Restocking Ikan Endemik, Minggu, 26 Juli 2026. Menurutnya, potensi untuk dioperasikan kembali dengan dukungan perbaikan infrastruktur.
"Saya melihat kondisi kapal dan aspek keamanannya, jika memungkinkan, Dermaga Cinta akan kita hidupkan kembali. Untuk pendangkalan sungai akan kita koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai, sedangkan bantuan perahu akan diupayakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta," ungkapnya.
Hasto menilai Dermaga Cinta merupakan aset yang harus dimanfaatkan kembali, terlebih masyarakat masih memiliki semangat untuk mengembangkan kawasan tersebut. Ia menambahkan, pengelola telah memiliki pengalaman mengoperasikan wisata perahu sehingga pengembangan kembali tinggal didukung melalui perbaikan infrastruktur.
"SDM sudah siap. Yang perlu kita dukung adalah perbaikan fasilitas. Namun semuanya harus diawali dengan membersihkan sungai. Setelah itu, wisata perahu bisa kembali dijalankan," ucapnya.
Lebih lanjut Wali Kota menegaskan, publik menunjukkan kecintaan terhadap sungai melalui kegiatan seperti lomba mancing ini. Melalui kegiatan ini ia juga mengajak seluruh masyarakat terus menjaga kelestarian sungai.
Dirinya tak menampik, kualitas air Sungai Gajahwong masih perlu mendapat perhatian, terutama dengan tingginya kandungan E. coli. Kandungan ini berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan air sumur dari rembesan sungai.
"Kali Gajahwong ini E. coli-nya masih cukup tinggi. Itu menunjukkan kualitas airnya belum memenuhi standar. Karena masih banyak warga menggunakan air sumur yang dipengaruhi rembesan sungai, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti diare," ujarnya.
Hasto mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan sungai dengan mengurangi sampah dan limbah. Karena sungai yang bersih juga mencerminkan warga yang sehat.
"Kita ingin membersihkan sungai dari sampah dan berbagai limbah karena tujuannya untuk kesehatan masyarakat. Kalau sungainya bersih, warganya juga sehat," katanya, menambahkan.
Sementara itu, Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan, kegiatan memancing ikan invasif merupakan rangkaian pelestarian ekosistem Sungai Gajahwong yang diawali kerja bakti membersihkan sampah pada Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, lomba mancing ikan invasif bertujuan mengurangi populasi ikan nonlokal sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melepasliarkan ikan invasif ke sungai karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
"Harapannya masyarakat memahami bahwa ikan invasif tidak boleh dilepasliarkan ke sungai karena dapat mendominasi habitat dan mengganggu ekosistem," ujarnya, menjelaskan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan restocking ikan endemik jenis nilem untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan Sungai Gajahwong.
Ketua Pengelola Dermaga Cinta, Afdol Mustaqim berharap, kunjungan Wali Kota menjadi momentum mengaktifkan kembali kawasan wisata sungai yang dibangun pada 2018. Ia mengatakan, Dermaga Cinta memiliki empat perahu wisata, namun seluruhnya rusak akibat usia, kebocoran, dan kerusakan mesin.
Selain itu, sedimentasi membuat kedalaman sungai berkurang dari sekitar satu meter menjadi 40–50 sentimeter sehingga menghambat operasional perahu.
"Kami berharap Pemerintah Kota dapat mendukung perbaikan perahu wisata dan penanganan sedimentasi agar Dermaga Cinta kembali menjadi destinasi wisata sungai di Kota Yogyakarta," ujarnya, mengungkapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....