Pemkab Kulon Progo Kembangkan Wisata Berbasis Olahraga di Kalibawang
- 24 Jul 2026 20:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memacu pengembangan sektor pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) diwilayahnya. Hal ini sebagai strategi unggulan dalam menarik wisatawan lokal hingga mancanegara.
Langkah ini ditegaskan melalui kegiatan Press Tour Lokal yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulon Progo bersama Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) di Kapanewon Kalibawang, Jumat 24 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Pengembangan Sport Tourism Kulon Progo” ini menyusuri paket wisata terpadu, mulai dari arung jeram di kawasan Gerbang Samudra Raksa (GSR) hingga atraksi uji nyali paralayang tandem di Giri Sembung dengan armada jeep.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membenahi dan meningkatkan kelas pariwisata Kulon Progo dari ranah lokal hingga global (from local to global). Menurutnya, potensi lanscape alam Pegunungan Menoreh menjadi modal kuat daya tarik sport tourism.
"Pariwisata Kulon Progo saatnya tingkatkan dari lokal, nasional, to global. Paralayang Giri Sembung ini pemandangannya eksotis, menyajikan hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh. Dukungan kondisi angin sangat bagus dari bulan Maret sampai Oktober," ujarnya.
Ambar mengatakan, Paralayang ini akan diintegrasikan dengan wisata arung jeram di GSR sehingga dapat membawa dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Bambang Sutrisno, menambahkan bahwa sinergi bersama insan pers melalui press tour ini diharapkan mampu meluaskan promosi potensi wisata unggulan daerah.
"Bersama wartawan kita meliput potensi wisata Kulon Progo untuk kita viralkan, sehingga memberikan dampak kesejahteraan nyata kepada masyarakat," katanya.
Sektor pemberdayaan warga lokal juga akan terus disiapkan. Selain keterlibatan dalam moda transportasi pengantar (shuttle/jeep) dan UMKM kuliner, kawasan tersebut rencananya akan dikembangkan lebih jauh dengan fasilitas camping ground.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menjelaskan, konsep yang diusung dalam pengembangan kawasan ini memprioritaskan pariwisata berkualitas (quality tourism). Pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif melibatkan BUMDes Banjarasri, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), serta Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).
Menurutnya, di Giri Sembung, Pengunjung dapat menikmati paket kombinasi arung jeram di GSR dan terbang paralayang di Giri Sembung secara fleksibel. Pengunjung yang ingin terbang paralayang cukup membayar Rp450.000, sudah mencakup pilot profesional dan fasilitas penunjang.
"Meski baru beroperasi sekitar lima minggu. Pari Jumat, Sabtu, dan Minggu, minat wisatawan cukup tinggi dengan rata-rata 20 hingga 30 pemesanan (booking) per hari," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....