JIKF Kembali Hadir di Pantai Parangkusumo, Perkuat Promosi Wisata Bantul
- 12 Jul 2026 18:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pantai Parangkusumo, Bantul kembali dipilih menjadi lokasi pelaksanaan Jogja International Kite Festival (JIKF). Festival layang-layang berkelas internasional ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Bumi Projotamansari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan, Pantai Parangkusumo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bantul. Keberadaan JIKF 2026 diproyeksikan dapat semakin memperkenalkan pantai ini ke kancah internasional.
“Pantai Parangkusumo merupakan perpaduan keindahan alam dan legenda sejarah. Sampai hari ini masih menjadi primadona unggulan wisata di Bantul. Dengan digelarnya festival ini, semoga semakin banyak mata tertuju pada sektor wisata di Bantul,” ucapnya saat pembukaan JIKF 2026, Sabtu, 11 Juli 2026.
Selain keindahan alam, Agus menyebut bahwa Bantul juga dianugerahi dengan kekayaan budaya yang berlimpah. Salah satunya yakni layang-layang, yang merupakan warisan budaya yang kini semakin mendunia.
“Layang-layang ini adalah permainan tradisional yang ternyata sifatnya universal. Terbukti bahwa festival ini diikuti oleh 17 negara. Sehingga melalui JIKF 2026 ini, kami berharap dapat melestarikan dan mengembangkan seni layang-layang di tingkat global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengungkapkan, agenda akbar ini tidak hanya menghadirkan tontonan belaka, melainkan juga ikut berperan dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Hal ini diwujudkan dengan hadirnya beragam UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
“Harapan kami JIKF tidak hanya menjadi agenda tahunan, tapi juga menjadi salah satu ikon pariwisata budaya yang mampu menarik wisatawan dunia, menggerakkan ekonomi kreatif, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai warisan budaya,” katanya.
Anang menambahkan, JIKF 2026 juga diharapkan menjadi ajang mempererat hubungan persaudaraan dengan berbagai negara. Setiap layang-layang yang terbang, menurutnya menggambarkan keindahan yang tercipta dari kebersamaan.
“Mari kita jadikan langit-langit DIY sebagai simbol persatuan, persahabatan, perdamaian, dan harapan. Setiap layang-layang yang terbang mengingatkan kita bahwa untuk mencapai keindahan, diperlukan keseimbangan, kerja sama, dan arah yang jelas. Nilai-nilai itulah yang akan terus kita bawa dalam membangun bangsa,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....