Membentuk Pariwisata Tangguh di Yogyakarta agar Ekonomi Lokal Terus Tumbuh

  • 10 Jul 2026 20:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sektor pariwisata yang berbasis budaya dan kearifan lokal menjadi lokomotif utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY. Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat kunjungan wisata selama pekan pertama musim libur sekolah mencapai 74.887 orang.

Dari kunjungan tersebut, total pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata mencapai kurang lebih Rp1. Milyard. Kawasan pantai selatan (pansela) masih menjadi destinasi pilihan utama bagi para wisatawan.

“Data kunjungan wisata pada periode 29 Juni sampai 5 Juli mencapai 74.887 orang dengan PAD sebesar kurang lebih Rp1 miliar,” katanya ketika menjadi narasumber Dialog Jogja Menyapa di Pro1 RRI Yogyakarta pada Jumat, 10 Juli pagi.

Sementara itu, Direktur PUSDEWI (Pusat Studi Desa, Ekonomi dan Pariwisata) STIE Pariwisata “API” Yogyakarta Setiawan Priatmoko mengatakan sektor pariwisata adalah lokomotif transformasi ekonomi, pemuliaan budaya, dan keberlanjutan lingkungan pada 2026. Pariwisata tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi penggerak ekonomi yang memberikan efek ganda terhadap industri kreatif, UMKM, transportasi, jasa, hingga pemberdayaan masyarakat.

”Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum yang menjadi indikator utama geliat pariwisata tumbuh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah, menandai peran strategis pariwisata dalam menopang kesejahteraan masyarakat," ucap dia.

Setiawan menambahkan pemerintah daerah dan para pelaku industri seharusnya terus memperkuat kolaborasi untuk memastikan pariwisata berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan omzet UMKM. (Prima Hapsari)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....