Jalan Kaki Sambil Rekreasi di Ecolife Walk Trimulyo Sleman
- 05 Jul 2026 18:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kalurahan Trimulyo Kabupaten Sleman menginspirasi pola hidup sehat masyarakat, melalui sebuah event bernama Ecolife Walk. Kegiatan ini berlangsung di Padukuhan Kalangan, Minggu, 5 Juli 2026 mulai pukul 06.00 WIB.
Para peserta yang mayoritas usia Gen-Z, mengikuti Ecolife Walk dengan rute 5 kilometer maupun yang 10 kilometer. Mereka melakukan rekreasi dengan berjalan kaki menyusuri kawasan pedesaan, sambil melakukan wisata budaya dan belajar tentang pelestarian lingkungan.
Ketua Penyelenggara Ecolife Walk, Anang Yulianto ingin menghadirkan pengalaman rekreasi dan healing kepada para peserta. Sebab, suasana pedesaan di wilayah Trimulyo masih cukup asri, dengan lanskap areal persawahan dan aktivitas masyarakat setempat.
”Jumlah peserta Ecolife Walk kali ini, sekitar 300 orang,” katanya melalui pernyataan tertulis. ”Dengan melihat pemandangan alami pedesaan, seluruh peserta bisa melepas rasa penat dan memulihkan keseimbangan pikiran mereka sebelum kembali menjalani rutinitas.”
Disamping itu, kegiatan ini juga membangun rasa kebersamaan antara peserta dengan masyarakat di Padukuhan Kalangan Kalurahan Trimulyo Sleman. Sekaligus mengkampanyekan olahraga jalan kaki, sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Dalam event ini, juga dimeriahkan berbagai kegiatan seperti Festival Cassava atau Festival Singkong. Tujuannya untuk mengenalkan bahan pangan lokal, sebagai bagian dari kekayaan bahan pangan tradisional di lingkungan masyarakat.
Kegiatan festival ini, untuk mengenalkan berbagai varietas singkong yang masih dibudidayakan masyarakat setempat. Diantaranya seperti Singkong Mentega, Singkong Ketan, Singkong Jawa dan berbagai jenis singkong lainnya.
”Termasuk berbagai olahan kuliner tradisional berbasis singkong, seperti mendut, lemet, cemplon,” ucapnya. ”Juga minuman modern berbasis cassava, seperti aneka minuman boba dari tepung singkong yang terinspirasi tren internasional.”
Tak hanya itu saja, di sepanjang rute 5 K dan 10 K, para peserta juga bisa menyaksikan suguhan aktivitas budaya masyarakat setempat. Terutama di setiap rest area yang jaraknya 2,5 kilometer.
Ada pula wisata edukasi berupa pengenalan pewarna alami indigo, dimana para peserta membuat ecoprint sepanjang 20 meter. Ini menjadi simbol kolaborasi seni, alam dan kebersamaan.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya saat melepas 150 peserta Ecolife Walk rute 5K, mengapresiasi kegiatan olahraga wisata seperti ini. Selain memiliki daya tarik sendiri, event ini juga untuk mengenalkan potensi wisata alternatif di Bumi Sembada.
”Saya ucapkan selamat kepada penyelenggara, semoga acaranya berjalan sukses,” ucapnya. ”Dan mampu menggeliatkan sektor pariwisata di Sleman.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....