Libur Sekolah Malioboro Padat, Wisatawan Keluhkan Pengamen Bersliweran
- 29 Jun 2026 19:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum libur sekolah kawasan Malioboro masih menjadi favorit wisatawan untuk menikmati hangatnya Kota Yogyakarta terutama malam hari. Namun kenyamanan ini terusik dengan hiruk pikuk pengamen liar yang tiada henti menghiasi jantung Kota Wisata ini.
Padahal, Pemerintah Kota Yogyakarta sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota yang melarang seluruh jalur pedestrian, selasar, trotoar, dan area Sumbu Filosofi adalah zona merah yang melarang segala bentuk aktivitas ekonomi tidak berizin, termasuk mengamen dan berjualan asongan.
Salah satu wisatawan asal Mojokerto, Rudi Anggono mengaku sengaja datang ke Yogyakarta untuk menengok anak dan menantunya. Disamping itu menikmati kekhasan pariwisata di Kota Gudeg ini.
Rudi mengatakan, selain sejumlah destinasi wisata dan kuliner bersama keluarga sengaja menyempatkan untuk jalan-jalan ke kawasan Malioboro. Menurutnya, kawasan ikonik ini menjadi pelengkap perjalanan wisatanya bersama keluarga.
"Nengok anak dan mantu, sekalian liburan ke Malioboro," katanya, Minggu, 28 Juni 2026.
Rudi mengungkapkan, meski diakui cukup padat dengan wisatawan namun dirinya tetap senang bisa jalan-jalan di pusat keramaian wisata Yogyakarta. Hanya saja diakui, hal yang cukup tidak membuat nyaman dengan banyaknya pengamen yang lalu lalang.
Diakui Rudi, meski sempat ditolak tetapi pengamen liar ini enggan untuk beranjak. Sehingga lanjutnya, dengan berat hati memberikan uang untuk pengamen agar tidak mengganggu menikmati kawasan Malioboro ini.
"Sudah ditolak tapi gak mau pergi. Akhirnya saya kasih duit biar pergi," ujarnya.
Hal senada diungkapkan wisatawan lainnya, Sariasih. Menurutnya, dengan banyaknya pengamen tentu akan berdampak dengan kenyamanan wisatawan.
"Sudah padat wisatawan, pengamennya enggak berhenti-berhenti," ujarnya, mengungkapkan.
Pemerintah Kota Yogyakarta tegas melarang adanya aktivitas ekonomi tidak berizin di Kawasan Sumbu Filosofi seperti Malioboro termasuk pengamen liar yang mendatangi wisatawan. Pemkot juga telah memberikan ruang bagi pengamen dengan menempatkan 7 titik resmi untuk musisi jalanan berekspresi di sepanjang Tugu hingga Maliboro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....