Menikmati Syahdunya Camping dan Senam Relaksasi di Tepi Sungai Oya Tahura Bunder

  • 31 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suasana syahdu dengan suara gemericik aliran sungai Oya memecah keheningan diantara rimbunnya pepohonan yang menambah kesejukan. Di salah satu sudut kawasan, sekelompok pengunjung tampak sedang menarik napas dalam-dalam, menggerakkan tubuh mereka mengikuti ritme senam relaksasi di tepi sungai.

Mengawali keseruan di sore hari, bukan sekadar olahraga biasa, tetapi cara alam menyembuhkan penatnya jiwa manusia modern.

Inilah pesona alam Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Playen, Kabupaten Gunungkidul. Sebuah oase hijau di Yogyakarta yang kini menjelma menjadi destinasi yang bisa menjadi alternatif pariwisata.

Kepala Tahura Bunder, Alex Zubaedi mengatakan, kawasan konservasi pelestarian alam ini berfungsi salah satunya untuk area koleksi baik tanaman maupun hewan. Namun seiring waktu, pemanfaatan ekowisata saat ini bisa dinikmati bagi wisatawan yang ingin melepas penat dengan camping di tengah hutan.

Bisa dibayangkan semilir angin dan gesekan antara ranting ditemani suara air yang terus mengalir, semakin menambahkan romantisme suasana alam.

"Kalau salah satunya di lokasi ini adalah blok pemanfaatan. Salah satunya buat kemping," katanya, Minggu, 31 Mei 2026.

Untuk seharian menikmati keindahan Tahura Bunder wisatawan bisa melakukan registrasi. Selain harga sangat terjangkau, wisatawan bisa merasakan sensasi hunian alami khas alam.

"Yang pertama jelas perizinan, terus nanti dengan petugas nanti akan diarahkan untuk retribusi kawasan sebagai pengganti surat izin memasuki kawasan konservasi," ujarnya.

Selain bermalam dan menikmati alam, wisatawan juga bisa merasakan sensasi trekking atau berjalan-jalan menyusuri lebatnya hutan dengan ragam konsevasi seperti satwa, balai pembenihan, hingga pabrik kayu putih. Untuk tiket masuknya sendiri dipatok Rp5.000 per orang, kemudian bagi yang hendak mendirikan tenda tarifnya hanya Rp10.000 per tapak per malam.

Tidak hanya kemping, pengelola juga menerapkan tarif khusus Rp200.000 untuk sesi foto pre-wedding, dan Rp1.000.000 untuk kebutuhan video komersial.

Salah satu petugas lapangan di Balai Tahura Bunder, Erni Sulistyowati menyampaikan, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi bagi setiap pengunjung ataupun wisatawan yang ingin berkemping di Tahura Bunder. Terutama dilarang membuang sampah, atau sampah harus dikondisikan secara pribadi.

"Petugas menyediakan tempat khusus untuk sampah. Terus dilarang membuat api dalam artian api yang tidak terkontrol karena rawan kebakaran juga, membuang puntung rokok, terus berburu, kemudian juga menebang pohon itu tidak boleh," katanya, menjelaskan.

Untuk api unggun lanjut Erni, masih diperbolehkan, hanya saja harus menaati koridor aman.

"Kami menyiapkan kayak tong kayak gitu buat buat api unggun seperti itu. Nanti ketika sudah selesai harus dipadamkan. Takutnya nanti apinya ke mana-mana, seperti itu," ujarnya, mengungkapkan.

Aneka ragam pohon menjulang tinggi menambah keagungan dan membawa ketenangan jiwa yang biasanya berisik dengan hiruk pikuk duniawi. Di Tahura Bunder juga terdapat sejumlah pohon yang saat ini mungkin sudah sangat jarang ditemui, bahkan sejumlah pohon yang menjadi filosofi Yogyakarta, hingga nama perkampungan yang tetap asri terjaga di kawasan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....