Masjid Siti Djirzanah Malioboro, Bentuk Bakti Anak pada Sang Bunda
- 24 Apr 2026 15:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO. ID, Yogyakarta – Malioboro tidak hanya menjadi pusat keramaian yang menawarkan budaya dan kekhasan kota Jogja, tapi juga menjadi tempat berdirinya sebuah masjid megah bernama Masjid Siti Djirzanah. Dilansir laman Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, mulanya gedung masjid ini digunakan sebagai toko batik, tanahnya diwakafkan oleh keluarga mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto untuk dijadikan sebuah masjid dengan nama Siti Djirzanah diambil dari nama sang ibunda, Siti Djirzanah, sebagai bentuk bakti dan kasih anak-anak. Masjid ini resmi digunakan sejak 10 Agustus 2018. Masjid yang memiliki nuansa biru ini menjadi oase di jantung kota Jogja.
Awalnya Masjid Siti Djirzanah dibuat dengan sentuhan Timur Tengah, namun karena Malioboro adalah kawasan Pecinan dan masih di daerah Ketandan, maka arsitektur Masjid juga dipadukan dengan budaya Tionghoa. Atap masjid didesain menyerupai kelenteng hingga tidak memiliki kubah seperti masjid lain sebagai bukti adanya asimilasi budaya.
Ada yang unik dari masjid ini, yakni tulisan Mandarin ‘Qingzhensi’ yang berarti masjid. Lalu di bagian bawahnya, terdapat sebuah jam raksasa berbentul bulat. Pada sisi dinding, terdapat tulisan Arab yang menggunakan kaligrafi dengan garis tegak lurus, tetapi dibuat berlubang.
Masjid Siti Djirzanah mempunyai fasilitas lengkap di atas lahan 147 meter persegi dengan kapasitas 200 jemaah. Pembagian ruangannya cukup tertata, di bagian lantai atas untuk jemaah pria dan lantai bawah untuk wanita.
Selain menyediakan loker penyimpanan serta sarana ibadah, yaitu sarung dan mukena, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan di Malioboro. Selain untuk shalat berjemaah dan tilawah, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kajian menarik yang rutin diselenggarakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....