WJNC Naik Kelas, Digelar Sepekan dan Dipusatkan di Kawasan Malioboro

  • 20 Apr 2026 10:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Event pariwisata unggulan bertajuk karnaval yang digelar setiap memperingati Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta 7 Oktober, ajang Wayang Jogja Night Carnival, pada tahun ini akan sangat berbeda. Pasalnya gelaran tahunan yang menggabungkan pertunjukan wayang dengan seni kontemporer yang biasanya berlangsung semalam, pada tahun ini akan digelar dalam pekan WJNC.

Komitmen mewujudkan Yogyakarta sebagai kota festival serius dilakukan, Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, sebagai pusat festival terdapat sejumlah potensi besar yang bisa dimiliki Yogyakarta salah satunya WJNC. Melalui potensi ini maka diputuskan gelaran yang biasanya berlangsung paling lama dua hari ini, pada gelaran kali ini akan berlangsung selama sepekan.

"Sehingga ini akan lebih banyak lagi mendatangkan turis-turis dari mancanegara," katanya, Senin, 20 April 2026.

Didominasi peserta dari 14 Kemantren pada gelaran karnaval jalanan, Hasto menyebutkan, akan terus mengembangkan rangkaian Pekan WJNC ini lebih optimal sehingga tidak menutup kemungkinan bisa mendatangkan peserta dari luar DIY bahkan dunia.

Hasto mengungkapkan, melalui dobrakan baru event tahunan di Yogyakarta yang rencananya dipusatkan di Kawasan Malioboro ini semakin berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat yang lebih tinggi. Termasuk mendongkrak industri pariwisata yang biasanya selama ini event WJNC bisa menghadirkan sekitar 40-60 ribu wisatawan.

"Jelas ya kita inginnya perputaran ekonomi kenapa kita kita perpanjang itu kan supaya impact terhadap ekonominya meningkat, kalau orang yang berkunjung kan dari data yang saya pelajari kan antara 40 ribu sampai 60 ribu komulatifnya pada saat itu pada puncak acara WJNC itu. Lah, saya kalau ditanya tentang anggarannya apakah tambah memang kami berat," ucapnya.

Hasto menyebutkan, keterbatasan anggaran dalam sepekan ini tentunya membutuhkan kreativitas dan kolaborasi dengan mitra, terutama mitra swasta. Termasuk side event yang membersamai WJNC yang masih diperbolehkan.

"Nah, kalau kita mendanai waduh ini mbediding juga kita, tapi side event lah yang harus kita izinkan kita perbolehkan untuk ada side event. Mereka pun side event suatu saat bisa cari sponsor sendiri kan dan mungkin side event kalau yang ada yang berbayar mereka kita beri kebebasan seperti itu," ujarnya.

Hasto menargetkan tingkat kunjungan bisa lebih dari dua kali lipat dengan digelarnya pekan WJNC ini, apalagi lokasinya kali ini memanfaatkan kawasan Malioboro sebagai magnet. Sedangkan kawasan Tugu tetap dimanfaatkan untuk suporting event.

"Bagi saya kalau diperpanjang satu pekan itu kalau hanya dua kali lipat ya kurang. Menurut saya loh, kalau sudah saya perpanjang jadi pekan, pekan WJNC kok pengunjungnya hanya 80 ribu misalnya ya menurut saya kurang," katanya, menambahkan.

Meski tidak sepenuhnya menggunakan APBD Kota Yogyakarta dan harus mendapat dukungan swasta, tetapi Hasto berharap, gelaran ini tetap bisa dinikmati wisatawan dan masyarakat secara gratis atau tidak berbayar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....