Rasakan Sensasi Pedesaan Ala Kerajaan Majapahit di Desa Wotawati Gunung Kidul

  • 20 Apr 2026 09:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Desa Wotawati merupakan desa terpencil yang terletak di kelurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Berjarak 74 kilometer dari pusat Yogyakarta, kawasan ini menjadi viral karena keistimewaannya.

Dikutip dari travel.kompas.com, Dusun Wotawati terletak di sebuah lembah yang merupakan jejak dari aliran Sungai Bengawan Solo dengan fenomena matahari terbit yang lebih lambat dari daerah lainnya. Sinar matahari terbit dan menyinari dusun ini sekitar pukul 08.00 WIB dan tenggelam lebih awal yakni pukul 15.00 WIB. Menariknya, desa Wotawati ini juga memiliki gaya kolosal ala kerajaan Majapahit dan Mataram. Menggabungkan pemandangan landscape tata desa di kawasan lembah yang asri dengan budaya masyarakatnya yang bermata pencaharian petani, membuat desa ini memiliki daya tarik pariwisata tersendiri.

Terletak di antara perbukitan karst dan hanya menerima sinar matahari sekitar tujuh jam sehari, Dusun Wotawati berada dalam cekungan sempit dan dikelilingi perbukitan kapur. Di desa ini, pengunjung akan disuguhi nuansa pedesaan ala jaman kerajaan. Rumah-rumah hunian khas kerajaan Mataram dan Majapahit menjadi keunggulan dari desa wisata ini. Menggunakan bata merah sebagai material utama, rumah warga Wotawati mempunyai ciri khas Gunungkidul berupa Gapura Lar Badak. Fasadnya juga disesuaikan dengan pagar terakota dan bata merah. Menariknya, dapur yang ada di rumah warga menghadap ke arah timur. Selain itu, jalan-jalan yang ada di pemukiman Padukuhan Wotawati ini seperti labirin. Setiap dua hingga empat rumah kanan, kiri, depan, belakang memiliki akses penghubung berupa gang-gang yang ada di pemukiman modern saat ini.

Hal yang membuat wisatawan tertarik berlibur kesini diantaranya ikut serta dalam kegiatan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, hingga memasak makanan khas bersama warga. Sejumlah kuliner khas Gunungkidul yang dijual dan dapat ditemui di sekitar jalur menuju dusun. Diantaranya, olahan nasi tiwul hingga makanan tradisional gaplek dan getuk.

Selain itu, wisatawan juga bisa menyusuri jejak Bengawan Solo Purba dengan melihat kampung hingga ke lokasi wisata terdekat seperti Pantai Ngungap atau lembah Ngungap. Letaknya yang cukup terpencil, membuat suasana desa wisata Wotawati ini cocok sebagai destinasi healing yang tenang dan jauh dari kebisingan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....