Gerobak Sapi Jadi Magnet Utama Desa Wisata Palgading
- 07 Apr 2026 13:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah gempuran tren wisata modern yang serba cepat, Desa Wisata Palgading di Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, justru menawarkan cara berbeda untuk menikmati hidup: Lambat, tenang, dan bersahaja. Senjata utamanya adalah gerobak sapi, angkutan tradisional yang kini bertransformasi menjadi daya pikat wisata unggulan yang pada hari minggu 5 April harus rela antri untuk naik grobag sapi.
Suara denting lonceng sapi dan gesekan roda kayu di atas aspal menjadi musik pengiring bagi para wisatawan yang berkunjung. Menaiki gerobak sapi bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah pengalaman sensorik. Wisatawan diajak memutari desa, menyusuri pematang sawah yang hijau, hingga masuk ke gang-gang kecil yang sarat dengan suasana kekeluargaan.
"Rasanya seperti kembali ke masa lalu. Sangat tenang dan benar-benar bisa menikmati udara pedesaan tanpa bising mesin," ujar Ridwan dari Jakarta, salah satu pengunjung yang tampak antusias saat mencoba paket wisata ini.
Ridwan mengaku sangat menyukai momen saat duduk di atas tumpukan jerami di dalam gerobak. "Desa Wisata Palgading punya atmosfer yang beda. Naik gerobak sapi membuat saya benar-benar bisa melihat detail desa, menyapa warga, dan merasa rileks," katanya.
Daya tarik gerobak sapi ini ternyata memikat banyak kalangan, mulai dari keluarga yang ingin mengenalkan budaya pada anak-anak, hingga anak muda yang mencari konten estetik dan autentik. Antrean peminat seringkali terlihat, terutama pada akhir pekan.
Ketua Desa Wisata Palgading Fitri Atmono Agus Waluyo, S.T atau biasa dipangggil Pipit menjelaskan bahwa gerobak sapi kini menjadi ikon yang paling dicari. Menurutnya, keberadaan gerobak sapi ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi warga.
"Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak peminat yang sengaja datang jauh-jauh hanya untuk merasakan naik gerobak sapi memutari desa. Ini adalah cara kami menjaga warisan leluhur sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para pemilik sapi di desa kami," kata Pipit.
Selain menyusuri keindahan alam, rute gerobak sapi ini biasanya juga melintasi area situs bersejarah Candi Palgading. Wisatawan bisa berhenti sejenak untuk mengagumi relief candi sebelum melanjutkan perjalanan dengan langkah sapi yang tenang.
Sinergi antara sejarah candi dan kearifan lokal gerobak sapi menjadikan Desa Wisata Palgading sebagai destinasi yang lengkap. Bagi Anda yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kota, duduk di atas gerobak sambil menikmati embusan angin pedesaan di Palgading adalah obat penat yang paling mujarab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....