Penuhi Standar Asosiasi Kebun Binatang Dunia, Ini yang Dilakukan GL Zoo
- 03 Apr 2026 18:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta menegaskan komitmennya menjadikan kesejahteraan satwa (animal welfare) sebagai prioritas tertinggi. Langkah ini menjadi modal utama bagi lembaga konservasi tersebut untuk menargetkan masuk dalam jajaran perhimpunan kebun binatang sedunia World Association of Zoos and Aquariums (WAZA) pada Oktober 2026.
Direktur Utama GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo atau yang karib dengan sapaan Joko menyatakan, kesuksesan GL Zoo meraih sertifikasi kesejahteraan satwa tingkat Asia hanyalah awal dari langkah global yang lebih besar.
Dalam acara Syawalan bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, Kamis, 2 April 2026, Joko manyatakan, jati diri GL Zoo adalah konservasi, bukan sekadar tempat rekreasi. Ia menetapkan tahun 2025 dan 2026 sebagai tahun penguatan standar kesejahteraan satwa yang komprehensif.
"Hal yang paling utama bagi Gembira Loka adalah kesejahteraan satwa. Inilah yang menjadi momentum bagi kita, bahwa pada tahun 2025 dan 2026, animal welfare is our priority," ujarnya, menegaskan.
Joko menyampaikan, standar kesejahteraan yang tinggi hanya bisa dicapai melalui keharmonisan antara yayasan, manajemen, dan karyawan. "Jika satwanya sudah sejahtera, otomatis karyawannya harus sejahtera lebih dahulu. Ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," ucapnya.
Konsep kandang alami
Implementasi nyata dari komitmen tersebut terlihat pada cara penyuguhan koleksi satwa terbaru, seperti African Painted Dog (Anjing Liar Afrika) dan Red Fox (Rubah Merah). Hal ini berbeda dengan konsep lama yang menggunakan kerangkeng besi, satwa-satwa ini kini menempati habitat yang dirancang menyerupai ekosistem aslinya.
"Penyuguhannya berbeda, bukan lagi kerangkeng biasa. Kami ingin pengunjung bisa menikmati perilaku binatang itu secara alami. Jadi, Gembira Loka memberikan pengalaman indah bagi konservasi," katanya.
Dengan perolehan sertifikasi tingkat Asia yang sudah di tangan, GL Zoo kini bersiap menjalani verifikasi untuk bergabung dengan perhimpunan kebun binatang dunia. Target tersebut diharapkan tercapai pada Oktober 2026 sebagai pengakuan internasional terhadap standar perawatan satwa di Yogyakarta.
Meskipun kunjungan wisatawan menunjukkan tren positif mencapai 70.000 orang selama libur Lebaran 2026, tetapi Joko juga mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap rendah hati. Termasuk lebih peka terhadap isu pelestarian alam.
"Jangan sampai keberhasilan ini membuat kita jumawa. Justru kita harus semakin peka terhadap pelestarian alam dan terus memberikan pelayanan terbaik yang berbasis pada kesejahteraan satwa," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....