Pedagang Asongan Parangtritis Prihatin Ada Kasus Harga "Nuthuk" Saat Lebaran
- 30 Mar 2026 16:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Seorang wisatawan mengaku menjadi korban tarif tidak wajar atau “nuthuk”, saat membeli es kelapa muda di Pantai Parangtritis saat musim libur Lebaran. Menanggapi kasus itu, asosiasi pedagang asongan Pantai Parangtritis mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.
Ketua Pedagang Asongan Club (PAC) Pantai Parangtritis, Malik, menegaskan jika pedagang es kelapa muda bukanlah anggota dari PAC. Ia pun mengaku tak bisa berbuat banyak dan menyesali adanya insiden memalukan itu.
“Pedagang es kelapa muda itu bukan anggota kami. PAC itu mengkoordinir penjual bakso, cilok, hingga lotis,” ucapnya, Senin, 30 Maret 2026.
Malik menambahkan, pedagang yang menjadi anggota PAC memang tidak mencamtumkan daftar harga pada dagangannya. Namun, sudah ada kesepakatan jika makanan yang dijual harus layak dikonsumsi dan harga maksimalnya yaitu Rp15 ribu.
“Kalau ada yang masih nekat, kami beri teguran keras bahkan tidak boleh lagi dagang di kawasan Pantai Parangtritis. Itu merugikan semua pedagang dan membuat wisatawan enggan datang kembali,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Dugaan harga “nuthuk” atau tidak wajar dialami oleh seorang wisatawan berinisial KL (31) saat membeli es kelapa muda di kawasan Pantai Parangtritis. Pria asal Jawa Timur itu mengaku membayar sebesar Rp40 ribu untuk satu porsi es kelapa muda.
Kepada awak media ia mengaku jika pada awalnya hanya iseng karena hendak berwisata ke pantai. Saat mampir untuk membeli es kelapa, ia kaget ternyata harganya dua kali lipat dari harga yang pernah ia bayar sebelumnya.
“Tidak sengaja mampir karena ingin wisata ke pantai. Sebelumnya saya pernah beli itu cuma Rp20 ribu, kok sekarang jadi Rp40 ribu,” ucapnya, Sabtu, 28 Maret 2026.
KL pun menduga jka jumlah yang harus dibayarkan termasuk sewa tikar yang ia gunakan untuk duduk. Namun, dirinya mengaku tidak mendapat informasi dari penjual sejak awal.
“Mungkin Rp40 ribu itu sekalian biaya sewa tikar yang saya duduki. Tapi saya tidak tahu kalau itu disewakan dan dari penjual juga tidak menginfokan sebelumnya. Karena memang di lokasi tidak ada kursi untuk duduk,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....