Setu Sinau Warnai Libur Lebaran, Cara Belajar Budaya Jawa di Malioboro dengan Seru
- 29 Mar 2026 11:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana berbeda tampak di kawasan Jalan Malioboro pada Sabtu, 28 Maret 2026 pagi. Di tengah hiruk pikuk wisatawan pada momen libur lebaran ini, di area pedestrian sisi utara, puluhan peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kelas Sinau Aksara Jawa dalam program “Setu Sinau”.
Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan pada aksara Jawa dasar (nglegena), pasangan aksara, hingga sandhangan. Tidak hanya teori, mereka juga langsung mempraktikkan penulisan aksara Jawa dengan pendampingan instruktur dari komunitas aksara Geber Jawa Semesta Mahardika, Syafaat Noor Rohman, bersama tim.
Sembari menikmati keindahan jantung Kota Yogyakarta dengan pepohonan yang cukup rindang, suasana belajar pun berlangsung santai dan interaktif meski digelar di ruang terbuka. Peserta yang mengikuti kelas ini beragam, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Salah satu peserta Yang Tsai I atau Cherry, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada asal Taiwan, turut ambil bagian dalam pembelajaran tersebut. Menurutnya, belajar aksara Jawa cukup menarik.
“Belajar aksara Jawa bagi saya cukup sulit, tetapi karena ada sistemnya jadi lebih mudah dipahami. Semoga semakin banyak orang yang bisa ikut kegiatan ini,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Septi, warga Krapyak, menilai kegiatan ini penting untuk mengenalkan budaya sejak dini.
“Bagus, pembelajarannya menarik, sehingga anak-anak terutama generasi muda bisa lebih paham tentang budaya, khususnya aksara Jawa,” katanya.
Kelas Sinau Aksara Jawa merupakan bagian dari program “Setu Sinau” yang digelar di Malioboro pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Program ini pada tahun 2026 telah memasuki pelaksanaan kali kedua.
Selain aksara Jawa, “Setu Sinau” juga menghadirkan berbagai kelas budaya lain seperti sinau nggamel, sinau njoged, sinau ngadi busana, sinau nggambar, hingga sinau dolanan anak. Seluruh aktivitas dirancang sebagai ruang belajar budaya terbuka yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Program ini merupakan inisiatif dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dalam menghadirkan ruang edukasi budaya di kawasan publik. Melalui pendekatan interaktif, pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam proses belajar.
Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Ismawati Retno menyampaikan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin menghadirkan pembelajaran budaya yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Aksara Jawa dan berbagai ekspresi budaya lainnya perlu dikenalkan dengan cara yang menarik agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Kehadiran “Setu Sinau” turut menghidupkan Malioboro sebagai ruang edukasi, tidak sekadar destinasi wisata. Sejumlah pengunjung yang awalnya hanya berolahraga atau berjalan santai pun tampak berhenti untuk menyaksikan bahkan mengikuti kegiatan yang berlangsung.
Program ini diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan masyarakat untuk mengenal dan melestarikan budaya Jawa, sekaligus memperkaya pengalaman wisata budaya di Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....