Berstandar Internasional, GL Zoo Cetak Puncak Libur Lebaran 11 Ribu Wisatawan

  • 24 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Destinasi wisata Gembira Loka Zoo (GL Zoo) membuktikan posisinya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan pada momen libur dan cuti bersama lebaran 2026. Dengan daya tarik utamanya berupa zona satwa baru dan edukasi konservasi lonjakan kunjungan cukup signifikan hingga menyentuh angka 11.000 wisatawan terjadi pada puncak liburan, Senin, 23 Maret 2026.

Wakil Manajer Pemasaran GL Zoo Yosi Hermawan menyebutkan, mayoritas pengunjung pada momen ini didominasi oleh warga luar kota dan pemudik yang memanfaatkan momen pulang kampung untuk berwisata keluarga. Untuk menyambut mereka, pengelola menyuguhkan hiburan tradisional cokekan guna menghadirkan nuansa nostalgia.

"Kami hadirkan hiburan tradisional seperti cokekan untuk mengobati kerinduan pemudik," ujarnya.

Direktur Utama GL Zoo KMT A. Tirtodiprojo mengatakan, antusiasme wisatawan untuk mengunjungi GL Zoo cukup tinggi. Bahkan menjelang berakhirnya masa libur dan cuti bersama lebaran 2026, antusiasme pengunjung tetap stabil tinggi.

"Puncak kunjungan terjadi pada H+2 dan H+3 Lebaran. Hari Senin kemarin tercatat 11 ribu pengunjung, dan hari Selasa ini mencapai sekitar 10 ribu orang," katanya, Selasa, 24 Maret 2026.

Selain faktor keramaian, hadirnya Zona Cakar menjadi magnet baru, di area ini, pengunjung dapat melihat dari dekat koleksi satwa eksotis seperti Painted Dog dan Red Fox. Momen libur kali ini juga bertepatan dengan persiapan perayaan ulang tahun ke-6 gajah Arinta, gajah yang lahir di lingkungan GL Zoo.

Kepercayaan publik terhadap GL Zoo didukung oleh reputasinya sebagai satu-satunya kebun binatang di Indonesia yang memegang Akreditasi Mutu A (Sangat Baik) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Prestasi ini, bahkan juga dilengkapi dengan sertifikasi internasional dari Southeast Asian Zoos and Aquariums Association (SEAZA).

Lebih lanjut pria yang karib disapa Joko ini menjelaskan, standar tinggi ini dicapai melalui penerapan prinsip Five Domains atau lima pilar kesejahteraan satwa. Namun, ia menekankan kunci rahasianya yakni kesejahteraan karyawan.

Menurut Joko, sebelum satwa koleksi GL Zoo sejahtera, harus menyejahterakan karyawan dulu. Ini karena satwa dirawat oleh manusia, bukan robot.

"Jika manusianya sejahtera dan bahagia, maka satwa yang mereka rawat pun akan terjamin kesejahteraannya," ujarnya, menegaskan.

Joko juga mengungkapkan, p encapaian akreditasi A dengan skor 84,47 ini berlaku hingga lima tahun ke depan. GL Zoo saat ini juga tengah membidik keanggotaan dalam organisasi dunia WAZA (World Association of Zoos and Aquariums) untuk meningkatkan standar manajemen populasi dan riset genetik satwa ke level global.

Joko menegaskan misi utama GL Zoo adalah memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar melihat binatang, tetapi wisatawan juva diajak memahami pentingnya pelestarian alam melalui berbagai presentasi edukasi satwa. Ia berharap, pengunjung bisa pulang membawa kesadaran untuk melestarikan alam dan menyayangi binatang, bukan sekadar rekreasi.

"Visi kami adalah melestarikan satwa sesuai habitat alaminya agar bermanfaat bagi manusia," ujarnya.

Selama periode libur Lebaran (18-29 Maret), GL Zoo menerapkan harga tiket khusus sebesar Rp85.000 guna menunjang fasilitas pelayanan, keamanan, serta berbagai kegiatan aktivasi seperti fun booth dan edukasi konservasi bagi masyarakat umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....