Menikmati Malioboro tanpa Ribet Cari Parkir, Ini Strategi Dishub Kota Yogyakarta

  • 24 Mar 2026 11:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang berakhirnya libur lebaran tahun 2026, aktivitas wisata diberbagai tempat mulai mengalami peningkatan, termasuk di kawasan Malioboro. Berbagai upaya dilakukan agar pelayanan bisa dimaksimalkan terutama informasi mengenai tempat parkir yang bisa diakses wisatawan saat berkunjung di jantungnya pariwisata Yogyakarta tersebut.

Dari pantauan RRI, Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, akses jalan Mataram menuju kawasan Malioboro terpantau padat merayap termasuk masih banyaknya kendaraan yang parkir di kawasan larangan parkir di sepanjang jalan Pasar Kembang. Hal serupa juga terjadi sekitar pukul 20.30 WIB terutama arus kendaraan menuju pusat Yogyakarta mulai dari jembatan Gondolayu menuju Tugu padat merayap, termasuk dari Jetis menuju Tugu juga terpantau padat, namun berbeda untuk arah sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan kepadatan dipastikan terjadi selama momen libur lebaran, hanya saja diimbau wisatawan bisa memanfaatkan lokasi parkir yang tersedia. Menurutnya, sejumlah titik-titik strategis sudah dipasang rambu penunjuk lokasi parkir yang bisa diakses wisatawan.

"Jadi, strategi-strategi harus dilakukan baik dari pemerintah, kepolisian, maupun wisatawan sendiri, karena tidak mungkin saya harus mengatakan, 'Oh, saya jamin Jogjakarta lengang' enggak lah. Kalau lengang banyak orang susah nanti," katanya.

Agus Arif menjelaskan, banyak strategi yang bisa dilakukan wisatawan untuk dapat mengakses kawasan Malioboro ataupun Tugu, salah satunya dengan membudayakan jalan kali. Karena relatif lokasi parkir tidak jauh dari tempat wisata khususnya Malioboro.

"Strateginya menikmati dari lokasi ini pengen pindah ke situ, tanpa harus bawa kendaraan. Contohnya, dari hotel di daerah Tugu mau ke Malioboro, yang enggak perlu bawa kendaraan karena jaraknya itu walkable, dan di Malioboro itu banyak pohon-pohon Asem yang rindang," ucapnya.

Agus Arif membeberkan, semua aktivitas berwisata khususnya di Malioboro bisa dilakukan dengan mudah seperti dari arah jalan Solo yang bisa dipastikan cukup pada bisa memanfaatkan parkir di Bandara Adi Sutjipto kemudian menggunakan KRL berhenti di Stasiun Yogyakarta kemudian jalan Kaki. Sebaliknya ketika ingin jalan-jalan ke wilayah lain bisa menggunakan akses transportasi publik yang cukup mudah ditemukan di Yogyakarta.

"Itu salah satu strategi dan ini bukan teori, saya sering melakukan itu. Misalnya saya mau pergi ke Solo nengok anak saya, lebih baik saya naik KRL Rp 8.500 sampai di sana jalan kaki menikmati Solo," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Yogyakarta, Kompol Sumanto mengatakan, untuk melakukan pengamanan selama momen libur lebaran di kawasan Gumaton hingga Alun-alun Selatan, dilakukan penyiagaan petugas. Menurutnya, sejumlah antisipasi dilakukan terutama di jam-jam rawan kepadatan lalu lintas.

"Kita bagi dua shift nantinya dari mulai pukul 10.00 -16.00 WIB, dan pukul 17.00-23.00 WIB," katanya.

Di samping itu, dijelaskan Kompol Sumanto, Satlantas Polresta Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta membuat barkode petunjuk lokasi parkir terdekat. Langkah ini diharapkan semakin memudahkan wisatawan ketika akan mengakses tempat parkir di Kota Yogyakarta.

"Pengamanan sampai malam hari, kemudian Satlantas bekerja sama dengan Dinas Perhubungan membuat barcode yang bisa diakses wisatawan untuk mengetahui lokasi parkir," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....